Ditanya Deposito Rp 5 Miliar, Badan Pengawas: Bagus loh Nggak Punya Utang

Ilustrasi ikon gudang Air Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon. (dok radarcirebon.com)

CIREBON – Deposito Rp5 miliar yang diungapkan Panitia Khusus (Pansus) Penyertaan Modal, menjadi pertanyaan besar. Dana yang disarankan dipakai untuk pembangunan reservoir itu enggan dikonfirmasi oleh Badan Pegawas (BP) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Giri Nata.

Sekretaris Badan Pengawas (BP) Perumda Air Minum, Sosro tak mau memberi penjelasan. Dia memilih menutup mulutnya rapat-rapat. “Untuk deposito Rp5 miliar saya no comment,” kata Sosro, kepada Radar, Rabu (6/12).

Didesak soal deposito, Sosro malah balik mempertanyakan tidak disetujuinya penyertaan modal Perumda Air Minum di APBD 2018. Dana segar Rp10 miliar itu batal dikucurkan dan disepakati Badan Anggaran (Banggar) maupun Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). “Sekarang mungkin tidak terakomodir, tapi penyertaan modal bisa saja di perubahan APBD 2018,” tuturnya.

Sosro lantas enggan mengulas soal penyertaan modal dan deposito milik perusahaan pelat merah itu. Dia lantas memuji-muji Perumda Air Minum yang kinerjanya terus mengalami perbaikan.  Bahkan di Indonesia, satu-satunya yang tidak memiliki utang. “Itu bagus loh karena nggak punya utang,” kata Sosro.

Terkait penyertaan modal di APBD-P tahun depan, memang memungkinkan. Apalagi, Sekretaris Daerah Drs H Asep Deddi MSi juga pernah mengungkapkan hal serupa. Di APBD 2018 sempat ada opsi memberikan Rp2 miliar ke Perumda Air Minum, tetapi digagalkan.

Kemudian muncul Rp1 miliar yang kemudian urung diberikan. Pertimbangannya, uang tersebut terlalu kecil dari kebutuhan yang mencapai Rp10 miliar. Sehingga TAPD dan Banggar DPRD bersepakat mencoret penyertaan modal.

Di lain pihak, kuat dugaan, tidak disetujuinya pengajuan modal Rp10 miliar disebabkan kepemilikan deposito di salah satu bank sebesar Rp5 miliar. Informasi adanya deposito ini bermula dari panitia khusus  penyertaan modal.

“Kita menemukan ada deposito. Itu jadi bahan pertimbangan dan pansus sudah mengecek sendiri ke PDAM,” ujar Ketua Pansus Penyertaan Modal Perumda Air Minum, H Budi Gunawan, Selasa (5/12).

Perumda Air Minum, awalnya memang akan mendapatkan kucuran dana segar Rp10 miliar untuk mendukung program sistem penyediaan air minum (SPAM). Kemudian revitalisasi pipa jaringan distribusi yang diharapkan dapat menekan kebocoran, sekaligus meningkatkan durasi layanan.

Pansus sendiri sudah melakukan pembahasan termasuk kunjungan kerja ke PDAM Sidoarjo dan PDAM Kota Surabaya. Budi menyebutkan, atas hasil kunjungan kerja tersebut kemudian dilakukan pembahasan untuk mencari formula yang pas. Apakah penyertaan modal full seperti pengajuan atau kurang dari itu. “Kita cek ternyata ada deposito. Makanya sempat kita rencanakan ngasih penyertaan modalnya Rp2 miliar,” tuturnya.

Pansus, kata Budi, berharap direksi Perumda Air Minum rela menggunakan deposito itu untuk membangun reservoir. Kemudian ditambah penyertaan modal Rp2 miliar. Tapi, dalam rapat TAPD dan Banggar DPRD. Kemudian diputuskan kucuran dana segar itu dibatalkan.

Direksi PAM sendiri masih belum dapat dikonfirmasi. Permintaan wawancara yang diajukan wartawan belum ditanggapi hingga berita ini diturunkan. (abd)