Ditinggal Salat Isya, Scoopy Warga Panguragan Dicuri, di-Share ke Facebook Malah Kena Tipu

Insiden 24 jam
ILUSTRASI

CIREBON-Ditinggal masuk rumah untuk salat, sepeda motor Honda Scoopy nopol E 3943 PI milik Gunawan (26) warga RT 18 RW 05, Blok 05, Desa Panguragan Kulon, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon raib digondol maling. Sepeda motor yang terparkir di samping teras itu hilang pada Selasa malam (8/1) sekitar pukul 19.00 WIB.

Informasi yang dihimpun Radar Cirebon, sepeda motor tersebut dalam keadaan stang terkunci. Seperti biasa usai Magrib, Gunawan dan keluarga duduk-duduk sambil mengobrol di teras. Mendengar suara azan, Gunawan dan keluarganya kembali masuk ke rumah untuk menuaikan salat Isya. Rupanya saat itulah maling beraksi membawa kabur sepeda motornya.

“Padahal pintu rumah dibuka. Di samping rumah juga ramai banyak orang. Namun pelaku berhasil lolos hanya dalam hitungan menit,” ungkap Gunawan kepada Radar Cirebon di rumahnya.

Gunawan sempat curiga saat mendengar suara sepeda motornya. Sehingga segera keluar untuk memastikan. Melihat sepeda motornya lenyap dibawa orang tidak dikenal, Gunawan sempat mengejar. Namun sayangnya pelaku sudah keburu pergi jauh. Tidak bisa disusul lagi.

“Saya kan hapal suara sepeda motor saya. Makanya saya tergesa-gesa keluar. Tapi pelaku sudah berjarak 100 meter. Saya coba kejar dan teriak maling. Tapi gak berhasil,” sesalnya.

Menurut Gunawan, aksi yang dilakukan pelaku terbilang profesional. Pelaku diduga sudah memantau sejak Magrib, meski kondisi lingkungan cukup ramai. “Diduga pelaku dari Magrib sudah mengincar. Pelaku dua orang menggunakan sepeda motor Honda Beat warna merah putih,” terangnya.

Malam itu Gunawan berupaya mencari ke beberapa desa tetangga.  Namun pencariannya tidak membuahkan hasil. Malah dia tertipu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Malam itu keluarga ada yang share di media sosial facebook. Lalu ada yang menghubungi saya kalau sepeda motor ada padanya. Ciri dan nomor rangka lengkap dan benar. Saya percaya.  Terus dia meminta uang Rp1.500.000. Karena sedikit ragu saya kasih Rp300 ribu melalui transfer dengan janji akan bertemu di Plered. Namun, oknum itu minta lagi sisanya dengan bentuk pulsa. Saya kembali beri Rp200 ribu. Oknum itu tidak punya iktikad baik dengan terus meminta pulsa. Dia juga tidak mau ketemuan di Plered. Baru saya sadar kalau saya sedang ditipu,” bebernya.

Gunawan mengaku belum laporan ke polisi, karena masih mencoba sendiri mencarinya. “Coba cari sendiri dulu, nanti baru laporan kalau sudah tidak bisa,” pungkas Gunawan. (cep)