DLH Sebut Ada Sembilan TPS di Kota Cirebon yang Rawan Bermasalah

Kota Cirebon
Petugas melakukan pengangkutan sampah dari TPSS Jl Kesambi Raya, Kota Cirebon, FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBONPetugas melakukan pengangkutan sampah dari TPSS Jl Kesambi Raya, Kota Cirebon,FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Dari sekitar 21 tempat pembuangan sampah (TPS), sembilan diantaranya rawan bermasalah. Kemudian, lokasi TPS juga sudah lama tidak diperbaharui. Padahal pemetaannya berdasarkan penataan yang dilakukan tahun 1996.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Drs H RM Abdullah Syukur MSi mengatakan, pesatnya perkembangan Kota Cirebon juga memerlukan penyesuaian lokasi TPS. Dan sembilan TPS tersebut sudah tidak sesuai dengan kondisi sekarang.

“Kita harus memahami bahwa kota Cirebon sekarang ini sedang menggeliat. Tentunya setiap aktivitas manusia pasti menimbulkan sampah. Itu yang harus kita antisipasi,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Berdasarkan data DLH, sembilan TPS yang berpotensi bermasalah itu meliputi TPS Kesambi, TPS Gunungsari, TPS Cipto, TPS Wahidin, TPS Penggung, TPS KS Tubun, TPS Krucuk dan TPS Panjunan, TPS Perumnas Galunggung.

Kondisi TPS tersebut sering dikeluhkan oleh warga sekitar, karena menimbulkan bau tidak sedap dan seringkali overload. DLH, saat ini tengah fokus untuk melakukan penataan tersebut. Terutama menutup TPS Kesambi dan menggantinya dengan TPS mobile.

Juga menutup TPS Wahidin dan merelokasi ke Jl Slamet Riyadi. Begitu juga dengan rencana relokasi TPS Bima. Syukur menyebutkan, DLH sedang mempersiapkan uji coba TPS mobile di empat RW di Kelurahan Kesambi. (awr-mg)