Doa Dalam Islam

MANUSIA dalam menjalani kehidupan sehari-hari tidak akan pernah lepas dari berbagai masalah, masalah datang dengan tanpa diprediksi.

Saat masalah datang maka siapapun butuh sulusi tepat agar tidak menimbulkan masalah lain yang mungkin lebih ruwet dari masalah sebelumnya.

Sepandai apapun keadaan seseorang bahkan setinggi apapun ilmu yang dimiliki, tidak menjadi jaminan baginya untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya dengan bijak dan tepat, sebab setiap masalah masalah yang datang kepada seseorang telah ditentukan oleh Allah ta’ala, maka solusinyapun datang dari-Nya, oleh karenanya siapapun kita maka saat menghadapi suatu masalah hendaknya meminta kepada Allah jalan keluarnya.

Meminta solusi masalah atau apapun kepada Allah ta’ala yang biasa kita mengenalnya dengan “DOA” memiliki kedudukan khusus dalam islam yang harus dikenal oleh setiap muslim bahkan harus selalu dilakukan olehnya walau dalam keadaan tidak membutuhkannya, mengapa ?

Karena doa didalam islam merupakan :

  1. Ibadah, sebagaimana disabdakan oleh Nabi kita shalallahu ‘alaihi wasallam yang artinya : “ Doa adalah ibadah.” (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi)
    Karena doa merupakan ibadah maka setiap kali seorang hamba berdoa berarti dia sedang beribadah kepada Allah.
  2. Perintah Allah ta’ala, sebagaimana difirmankan oleh allah ta’ala yang maknanya :”Dan Rabb (Tuhan) kalian berfirman: Berdoalah kepada-Ku Aku pasti mengabulkannya.” (QS. Ghafir : 60)
    Dan firman-Nya yang maknanya :”Berdoalah kepada Rabb kalian dengan penuh kerendahan diri dan tidak dilihat orang lain sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang melampaui batas.” (QS. Al A’raf : 55) maka saat seorang hamba berdoa kepada Allah ta’ala berarti dia sedang melaksanakan perintah-Nya.
  3. Kebiasaan para Nabi dan Rasul dan kita diperintahkan oleh Allah ta’ala untuk meneladani beliau khususnya Nabi kita shalallahu ‘alaihi wasallam , sebagaimana disebutkan didalam firman-Nya yang artinya : “Sesengguhnya telah ada suri tauladan yang baik untuk kalian semua pada diri Rasulullah .” maka dengan berdoa kepada Allah ta’ala berarti telah meneladani Nabi kita shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hal ini.
  4. Menunjukkan rasa butuhnya seorang hamba kepada Allah ta’ala, Allah ta’ala berfirman tentang hal itu didalam firman-Nya yang maknanya :”Wahai manusia kalian semua adalah makhluk-makhluk yang fakir (butuh kepada Allah) sedangkan Allah adalah Dzat Maha Kaya (tidak butuh kepada makhluk-Nya).” Maka saat seorang hamba berdoa kepada Allah menunjukkan bahwa mereka memang membutuhkan Allah ta’ala.
  5. Menghindarkan diri dari murka Allah ta’ala, karena Nabi kita shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya :”Barangsiapa tidak meminta kepada Allah maka Allah akan marah kepadanya.” (HR. Ahmad dan At Tirmidzi)

Bila kita mengetahui begitu tinggi kedudukan doa daam islam maka mengapa kita tidak segera berdoa kepada Allah?  menyampaikan kepada-Nya aapun yang kita butuhkan, atau apapun yang kita minta?

Oleh karenanya, ulama kita dahulu memahami betul keadaan yang luhur ini, sampai-sampai Umar bin Al Khatthab berkata :”Bukanlah jawaban yang mendorongku untuk berdoa tetapi karena doa adalah ibadah sedangkan Allah telah menjamin jawaban bagi hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya.”

Sehingga tidaklah aneh bila kita menjumpai salah seorang dari para pendahulu kita bila mendapatkan suatu masalah mereka langsung berdoa kepada Allah walaupun hanya sekedar tali sandal mereka yang putus.

Masya Allah begitu kuat dan erat hubungan mereka dengan Allah dan begitu besar penyandaran hidup (tawakkal) mereka kepada Allah, sampai masalah sepelepun mereka mengadukannya kepada Allah, bagaimana dengan kita?

Maka marilah kita membiasakan diri untuk berdoa dan mengadukan apa yang kita hadapi dari masalah-masalah dan kesulitan hidup kepada Allah, apalagi kita masih berada di bulan yang mulia ini, dimana Allah menjamin dikabulkannya doa bagi orang-orang yang berdoa dalamkeadaan berpuasa.(*)

 

Berita Terkait