DPKPP Kabupaten Cirebon Ajukan Rp100 M untuk Sport Centre

Kepala DPKPP: Berharap Pemprov Jabar Setuju, karena 2018 Tak Ada Pengerjaan

Kabupaten Cirebon
ilmi-sportcenter watubelah (4)Pembangunan Sport Centre Watubelah bakal dilanjutkan kembali jika Pemprov Jabar menyetujui usulan pengajuan anggaran Rp100 miliar yang diajukan DPKPP Kabupaten Cirebon.FOTO:ILMI YANFA UNNAS/ RADAR CIREBON

CIREBON-Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Cirebon mengajukan anggaran sekitar Rp100 miliar kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Anggaran tersebut untuk melanjutkan pembangunan sport centre di kawasan Watubelah yang pada tahun 2018 tidak ada pengerjaan. DPKPP pun menaksir masih membutuhkan anggaran sekitar Rp250 miliar lagi untuk bisa menyelesaikan pembangunan sport center.

Kepala DPKPP Kabupaten Cirebon H Sukma Nugraha MM kepada Radar mengatakan pihaknya mengajukan anggaran Rp100 miliar untuk sport centre. “Sudah kita ajukan Rp100 miliar untuk melanjutkan pembangunan sport center di tahun 2019,” ujarnya.

Hanya saja pihaknya agak pesimis anggaran yang diajukan untuk sport center tersebut tidak bisa disetujui 100 persen oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Ini kan hanya pengajuan, belum tentu semuanya di ACC, karena anggaran kan dibagi-bagi bukan hanya untuk sport center saja,” tuturnya.

Pria yang akrab dengan panggilan Agas ini mengungkapkan untuk bisa menyelesaikan pembangunan sport center ini pihaknya masih membutuhkan anggaran sekitar Rp250 miliar. “Kalau untuk sampai selesai yang gak cukup Rp100 miliar itu, karena membutuhkan anggaran Rp250 miliar,” paparnya.

Namun pihaknya tidak memaksakan agar Pemprov Jawa Barat menurunkan anggaran langsung Rp250 miliar. “Nggak mungkin lah langsung satu tahun anggaran langsung Rp250 miliar, ini pembangunannya bertahap,” kata mantan kepala Disdukcapil ini.

Pihaknya mempunyai harapan agar Pemprov Jabar bisa menyetujui seluruh anggaran Rp100 miliar yang diajukan oleh pihaknya. “Ya mudah-mudahan bisa Rp100 miliar disetujui semua, karena tahun 2018 ini kan tidak ada anggaran,” pungkasnya. (den)