DPR RI Minta UU Anti LGBT Harus Cepat Disahkan

Nasional
LGBTILUSTRASI-LGBT

JAKARTA–Kemunculan kelompok Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) kian meresahkan masyarakat. Kelompok yang menyimpang itu sekarang malah terang-terangan mempertontonkan di hadapan publik. Bahkan, dilakukan di tempat-tempat keramaian.

Seperti yang baru saja terjadi di Atrium Armada Town Swuare (Artos Mall) Kabupaten Magelang beberapa hari lalu. Menanggapi maraknya kelompok LGBT akhir-akhir ini, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al Habsyi mengatakan, maraknya kelompok-kelompok LGBT akhir-akhir ini adalah awal dari musibah di Indonesia. Maka dari itu, pemerintah harus tegas dan menutup pintu atas kelompok LGBT.

“Jadi kalau LGBT masih diberi kesempatan, itu melanggar agama. Jangan berbicara liberal. Bicara kondisi masyarakat kita. Bagi saya pribadi, tidak menerima LGBT, tuntas,” tegas Aboe Bakar kepada Fajar Indonesia Network di Gedung DPR RI.

Anggota Komisi III DPR RI ini menyarankan agar larangan keras terhadap kelompok LGBT. Undang-Undang (UU) juga harus diperketat. Karena regulasinya ada pada KUHP. Politisi asal Kalimantan Selatan ini menyatakan, pembahasan regulasi aturan terkait LGBT belum selesai. Hingga DPR dan pemerintah punya kesempatan untuk memperketat agar kelompok yang menyimpang seperti LGBT harus dilarang di Indonesia. “Harus dilarang oleh UU, regulasinya di aturan di KUHP, harus diperketat lagi. Jangan kasih kesempatan, musibah-musibah ini karena hal-hal seperti itu,” jelasnya.

Sebelumnya, kelompok LGBT tingkat pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupten Garut, Jawa Barat juga meresahkan masyarakat dan pihak sekolah. Kelompok LGBT tingkat SMP itu secara terang-terangan mempromosikan kelompok mereka lewat media sosial Facebook dengan nama “Kumpulan Barudak Gay SMP/SMA Garut”.

Kemunculan kelompok LGBT tingkat SMP ini lantas ditanggapi serius oleh Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kabupaten Garut, Rahayu. Menurut Rahayu, kemunculan kelompok ini sangat memprihatinkan. “Sangat prihatin sekaligus miris,” kata Rahayu beberapa waktu lalu.

Dia mendapat informasi adanya grup itu dari WhatsApp MGMP. Dia meminta pihak berwenang agar segera turun tangan guna menangani masalah yang dianggapnya sangat serius ini. “Saya mendapatkan informasi sekitar dua hari yang lalu,” papar Rahayu. (RBA/FIN)