Drama Musikal Nyi Murtasiyah Mengembalikan Macapat ke Ruang Publik

CIREBON-Pertunjukan Drama Musikal Nyi Murtasiyah bakal dihelat hari ini, Rabu (12/12). Pementasan ini diharapkan menjadi suguhan yang menarik kepada masyarakat. Sutradara Drama Musikal Nyi Murtasiyah, Dedi “Kampleng” Setiawan mengatakan, penonton akan dibawa kepada suasana yang sangat Cirebon.

Meski begitu, ia menjanjikan akan mengemasnya dengan sentuhan yang lebih modern. “Pertunjukan ini basic-nya dari tradisi macapat, dengan suasana yang Cirebon banget. Kami coba mengemasnya lebih kekinian,” ungkap Dedi kepada Radar Cirebon.

Pertunjukan Drama Musikal Nyi Murtasiyah akan digelar di Studio Kaliandra Radar Cirebon Televisi (RCTV). Yang merupakan upaya Majelis Seni dan Tradisi Cirebon (MeSTI) dalam pelestarian tradisi. Helatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Nunung Alvi Foundations. Dalam upaya menghadirkan kembali tradisi macapat ke ruang publik.

Hal tersebut dilakukan mengingat tradisi macapat yang menurutnya sudah hampir punah. “sekarang mungkin hanya segelintir orang saja yang mengetahui dan peduli dengan tradisi macapat. Dari situ kami ingin mempertahankan tradisi macapat. Supaya tidak punah,” tuturnya.

Sesuai dengan judulnya, Drama Musikal Nyi Murtasiyah mengisahkan perjalanan hidup Nyi Murtasiyah yang penuh dengan konflik. Nyi murtasiyah merupakan sosok yang sangat patuh terhadap suaminya, namun justru kemudian ia jatuh hingga menemukan kembali jati dirinya.

Dalam pertunjukan itu akan dikemas menggunakan metafor yang penuh dengan filosofi serta mengandung muatan dan ajaran hikmah kehidupan serta kental dengan unsure spiritualitas. Sederet seniman akan terlibat dalam pertunjukan drama musical nyi murtasiyah diantaranya Nunung Alvi, Sunjaya Priya, Asiti, Herlinda E Sahiman, Novi Kusuma Diharta, Edeng Syamsul Maarif, Cheppy Iriawan dan lain lainya. (awr-mg)