Dua Tabrakan di Cipali, 6 Tewas

Insiden 24 jam
RUSAK PARAH: Mobil Toyota Rush nopol E 1124 MJ rusak parah dihajar kereta di Pabedilan, Kabupaten Cirebon, kemarin

Di Pabedilan Kereta Api Hajar Mobil saat Latihan Nyetir

MAJALENGKA– Dua kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali merenggut 6 nyawa, Jumat (18/9). Kejadian pertama terjadi sekitar pukul 02.30 di Km 156 wilayah Kertajati, Majalengka. Saat itu mobil Daihatsu Gran Max diduga terserempet atau menabrak bagian belakang sebuah truk di depannya.
Mobil tersebut kemudian oleng ke parit. Seketika dua penumpang meninggal di lokasi kejadian, satu lainnya meninggal dalam perjalanan menuju RS Mitra Plumbon Cirebon.
Tiga korban tewas antara lain Melan Siamtoro (27),  Mistriyani (26), dan Misno (31). Sementara korban luka adalah Muzayin (38), Furdi A Qomarudin (37), Yuti (18), Feran(4), dan Khoeruri (22). Para korban merupakan warga Purbalingga.
Sementara kecelakaan kedua terjadi sekitar pukul 16.30 di Km 169/800. Di lokasi itu, mobil Xenia yang melaju dari arah Palimanan menuju Cikopo tiba-tiba menabrak pembatas jalan sebelah kiri. Akibatnya, tiga nyawa melayang.
“Begitu menabrak, pengemudi diperkirakan sadar dan  reflek  membanting setir ke arah kanan. Tapi bukannya kembali ke tengah jalan, malah mobil itu terbalik di tengah parit pembatas jalan, kondisi mobil bagian roda berada di atas. Dua penumpang yang berada di dalam kendaraan  terpental keluar membentur badan jalan dan tewas seketika. Demikian juga penumpang yang duduk di pinggir pengemudi tewas terjepit badan kendaraan,” terang Kapolres Majalengka AKBP Yudhi Sulistyanto Wahid SIK didampingi Kasatlantas AKP Rezky  Satya Dewanto SIK.
Tiga korban tewas adalah Siti Sugiharti (58), Sukati (75),
dan Tantiana (51). Ketiganya merupakan warga Desa Purwosari RT 05/02, Kecamatan Baturaden, Banyumas. Sedangkan dua korban yang kondisinya krtitis dan kini sedang perawatan di RS Mitra Plumbon adalah sopir Edi Sukisno dan Afrizal Ramadhan (25).
KERETA HAJAR MOBIL
Sementara itu, sebuah mobil jenis Toyota Rush bernopol E 1124 MJ dihajar kereta api (KA) Manoreh jurusan Jakarta-Semarang perlintasan kereta api di Pabedilan Kaler, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, kemarin. Beruntung ketiga penumpang yaitu Warsid, Khae­rudin, serta Aditya selamat.
Salah satu korban, Warsid mengatakan, kejadian terjadi sekitar pukul 10.45. “Saya sedang belajar nyetir mobil yang mengarahkan Khaerudin. Karena saya sudah belajar selama tiga hari ini, saya disuruh Heru untuk belajar nyetir mobil sampai rumah, harus dipaksain katanya. Dengan anak saya Aditya, kami bertiga duduk di depan semua. Saat sudah sampai rel, mobil tiba-tiba nggak jalan. Khaerudin lihat samping kiri itu ada kereta dari arah Jakarta. Karena kondisi mobil mogok dan kereta sudah sangat dekat, kami keluar dan kereta menyambar mobil,” ujar Warsid.
Warsid sangat bersyukur, meskipun mobil yang baru dibelinya dua bulan lalu rusak parah, namun mereka bertiga selamat. “Saya cuma mengalami lecet-lecet di tangan dan kaki. Kalau Khaerudin itu giginya patah dan lukanya ringan. Kalau anak saya Aditya itu cuma trauma saja. Saya dan Khaerudin memang dibawa ke rumah sakit Waled, tapi sore kita sudah pulang karena cuma lecet-lecet,” aku Warsid.
Warsid pun bingung dengan kondisi mobil yang rusak berat. “Ini saya beli mobil baru dua bulan, tapi sudah rusak begini. Mau ke dileri lagi, tapi saya nggak ikut asuransi. Memang ada trauma sendiri, karena ini baru pertama kali saya kecelakaan dengan kereta,” tambah Warsid.
Sementara Kepala Satgas Desa Pabedilan Kaler,Tarsidi mengatakan, pihaknya langsung membawa korban ke rumah sakit untuk diperiksa. “Alhamdulillah ketiganya selamat, hanya luka-luka ringan. Ini sampai membuat geger warga,” ujar Tarsidi. (gus/ono/dri/den)