Dumbo: “Gajah Terbang” Bertelinga Besar, Mimpi dan Keluarga

Ilustrasi: twitter @Dumbo

Film ini  tayang tanggal 30 Maret. radarcirebon.com memutuskan untuk menonton Dumbo. Mengambil jadwal pukul 19.15 WIB.  Anda sekeluarga juga bisa menyaksikan film Dumbo. Ya, film animasi klasik tentang anak gajah yang bisa terbang dan dirilis Disney pada tahun 1941, sudah dibuat versi motion pictures-nya atau dengan kata lain dibawa menjadi ‘hidup’ oleh sutradara Tim Burton.

Jadi kalau versi live-action, semua karakternya asli, mulai dari manusia, hewan dan latarnya. Enggak hanya itu, Tim Burton juga mengembangkan cerita ikonik Dumbo, lho.

Dumbo bisa dibilang sebagai salah satu kisah klasik ikonik tentang keluarga dan impian. Kisah dimulai saat Max Medici, pemilik Medici Bros. Circus, mempekerjakan Holt Farier (Collin Farrell), mantan pemain sirkus, dan keluarganya untuk menjaga seekor anak gajah. Itulah Dumbo, gajah yang mempunyai telinga yang sangat besar.

Namun, Dumbo yang sering dirundung karena telinganya itu jadi penyelamat sirkus dari ancaman bangkrut. Penonton berbondong-bondong datang ke sirkus untuk menyaksikan Dumbo. Siapa sih yang tidak ingin melihat gajah terbang? Seorang pengusaha hiburan bernama V.A. Vandervere pun berambisi menjadikan Dumbo sebagai superstar.

Tak hanya ceritanya yang menyentuh, penonton juga akan dimanjakan oleh kostum istimewa. Kostum yang dikenakan Miss Atlantis, misalnya, memiliki lebih dari 100 lapisan sirip buatan dari sequin sehingga terlihat bling-bling. Desainer kostum Dumbo, Colleen Atwood memang serius menggarapnya. Ia juga menciptakan 200 kostum penampil dan 500 kostum penonton.

Film yang diambil dari buku Dumbo the Flying Elephant (1939) ini juga bertabur bintang, seperti Eva Green yang berperan sebagai Colette Marchant, seorang pemain akrobat udara. Demi perannya ini, Eva harus mengalahkan rasa takut dan menjalani berbagai latihan fisik agar kuat dan lentur saat berayun di udara.

Ehren Kruger berhasil membuat naskah yang menarik untuk Dumbo live action ini. Meskipun ceritanya nggak dibuat sama persis seperti versi animasinya, tapi inti cerita yang dibawakan masih sama seperti pentingnya sebuah keluarga dan impian.

Bahkan beberapa elemen seperti tikus, burung bangau hingga gajah berwarna merah muda yang penting di film animasinya juga sempat muncul di versi live action ini lho.

Dalam film live action ini diceritakan bahwa Dumbo lahir di sebuah grup sirkus milik Max Medici (Danny Devito). Ia kemudian diurus oleh Holt Farrier (Colin Farrel) dan kedua anaknya yaitu Milly (Nico Parker) dan Joe (Finley Hobbins).

Memiliki telinga yang sangat lebar membuat Dumbo sering menjadi bahan ejekan hingga suatu hari membuat ibu gajah tersebut marah dan menghancurkan pertunjukan sirkus. Hal itu membuat Max medici menjual ibu Dumbo dan memisahkan mereka.

Sering menjadi bahan cemoohan karena fisiknya dan berpisah dari ibunya, tak membuat Dumbo putus asa untuk bertemu dan berkumpul lagi dengannya. Kedua anak Holt Farrier juga mencoba membantu Dumbo mengasah keahliannya yaitu terbang agar bisa terkenal dan bertemu lagi dengan ibunya.

Kisah semakin kompleks dengan munculnya karakter V.A. Vandevere (Michael Keaton) yang ingin membuat Dumbo menjadi bintang dari tempat hiburannya. Ia juga memerintahkan agar Dumbo bisa terbang dengan membawa Colette Marchant (Eva Green) agar aksinya lebih memukau. Kekejaman V.A. Vandevere terlihat jelas dengan niatannya membunuh ibu Dumbo agar mereka bisa terpisahkan dan si gajah terbang itu bisa fokus dengan pertunjukannya.

Dalam film ini sangat kental dengan unsur kekeluargaannya. Disney sekali lagi berhasil bisa membuat film keluarga yang benar-benar menyentuh dan membuat penonton ikutan emosional. Ada banyak pesan yang bisa kita ambil dari film ini mulai dari pentingnya keluarga hingga tetap semangat untuk mengejar impian. (*)

 

Berita Terkait