Embung Dibangun di Kodasari untuk Bantu Petani

EMBUNG-KODASARI
Kepala Desa Kodasari, Sugianto (baju batik), menunjukan kepada Bupati Karna (baju putih) di sela kegiatan peletakan batu pertama pembangunan embung. Foto: Ono Cahyono/Radar Majalengka

MAJALENGKA – Bupati Majalengka Karna Sobahi secara simbolis meresmikan pembangunan embung penampung air Desa Kodasari, kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Rabu (11/9).

Peletakan batu pertama tersebut secara simbolis sebagai awalnya pembangunan embung di empat desa. Di antaranya Kodasari dan Kedungkencana, Kecamatan Ligung. Kemudian Desa Rajawangi, Kecamatan Leuwimunding dan Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran.

“Pembangunan embung ini untuk membantu petani mengantisipasi kekeringan di setiap tahunnya,” kata bupati usai meletakkan batu pertama di area pesawahan Desa Kodasari.

Dia menjelaskan, pembuatan embung tersebut berasal dari program bantuan Direktorat Pembangunan Sarpras Desa Direktorat Jendral PPMD, Kementerian Desa PDTT RI tahun 2019. Tujuannya untuk membantu para petani mengatasi kekeringan disetiap tahun khususnya pada MT II.

Dalam sambutannya Ditjen PPMD, Muklis, menyebutkan, Kabupaten Majalengka adalah salah satu kabupaten yang menerima program bantuan pembuatan embung paling banyak. Sebab di kabupaten lain penerima bantuan pembuatan embung hanya satu desa.

Kabupaten Majalengka menerima empat bantuan pembuatan embung, yakni Desa Kodasari dan Desa Kedungkencana Kecamatan Ligung. Kemudian Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran dan Desa Rajawangi, Kecamatan Leuwimunding.

“Pembuatan embung ini adalah langkah pemerintah dalam hal membantu para petani di bidang irigasi. Karena setiap tahun petani dipusingkan dengan kekeringan. Diharapkan dengan adanya embung nantinya bisa membantu petani di bidang pengairan. Sehingga angka gagal panen bisa lebih ditekan lagi,” ujar Muklis.

Sementara itu, bupati Majalengka menyambut baik atas program dari Kementrian Desa dengan disalurkannya pembuatan embung untuk empat desa. Dengan dibangunnya embung ini bisa mencukupi ketersedian air untuk pengairan para petani.

“Di musim hujan kita dipusingkan dengan banjir. Di musim kemarau kita juga dipusingkan akan bahaya kekeringan. Dari itu dengan pembuatan embung ini ke depan petani kita lebih terbantu lagi dalam hal kebutuhan untuk mengairi area pertaniannya,” jelasnya.

Wilayah Desa Kedungkencana dan Desa Kodasari ini dekat dengan sungai Sindupraja yang sumber airnya selalu mengalir dari bendungan rentang.

Kepala desa Kodasari, Sugianto, bersyukur desanya mendapatkan program bantuan pembuatan embung. Ke depan petani di wilayahnya mulai terbantu akan kebutuhan air untuk lahan pertaniannya.

Menurutnya, Desa Kodasari setiap tahun khususnya di musim MT II selalu saja kekurangan air. Pasalnya jadwal giliran air melalui saluran irigasinya belum mencukupi, sehingga kerap terjadi gagal panen yang tidak bisa dihindari.

“Mudah mudahan dengan adanya pembuatan embung ini area pertanian di sini sumber airnya tercukupi, mengingat sumber air dari embung ini sangat dekat dengan sungai Sindupraja,” harapnya.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri Ditjen PPMD Kementerian Desa PDTT RI, Para kepala OPD, Camat, Kepala Desa dan tokoh petani setempat. (ono)

Berita Terkait