Erwin dan Ruhyatun Jalin Hubungan Gelap Setahun Lebih

Insiden 24 jam
barang-bukti-kunci-stir-mobil-yang-digunakan-untuk-jerat-leher-korbanBARANG BUKTI: Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto (tengah) memperlihatkan barang bukti yang disita dari Erwin Saputra, kemarin. Kunci ganda mobil itu salah satu alat yang dipakai Erwin membunuh Ruhyatun. Polisi juga menyita sandal, ponsel, dan tas korban. FOTO: NURHIDAYAT/RADAR CIREBON

Erwin Saputra tak bisa mengelak lagi. Pria 30 tahun itu mengakui membunuh Ruhyatun (36). Di dalam mobil, aksi keji itu terjadi. Polisi menyebut motif asmara di balik kasus ini. Satu tahun lebih Erwin dan Ruhyatun menjalin asmara.

=========

ERWIN takluk di rumahnya. Di kompleks Perumahan Bumi Arumsari Jl Angsana X No 141 Blok X RT 01 RW 11, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Pria kelahiran Ciamis itu disergap oleh tim gabungan Polsek Talun dan Polres Cirebon pada Rabu dini hari (5/12) sekitar pukul 01.30.

Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto, mengungkapkan, Erwin tidak mengelak telah melakukan aksi keji tersebut. “Setelah dilakukan olah TKP dan penyelidikan, akhirnya kita dapat melakukan penangkapan terhadap pelaku,” ujarnya saat konferensi pers kepada awak media, Rabu (5/12).

Baca:

Pembunuh Ruhyatun Ternyata Sopir RS Gunungjati

Motor Milik Ruhyatun Korban Pembunuhan Ditemukan di Supermarket Kesambi

Kapolres menjelaskan, motif dari pembunuhan ini adalah persoalan asmara. Dari pemeriksaan Erwin, terungkap jika mereka menjalani hubungan gelap selama sekitar 1 setengah tahun.

Keduanya diketahui dekat sejak tiga tahun lalu dan kerap bertemu. Ini karena tempat kerja mereka berdekatan. Erwin sopir ambulans RSD Gunung Jati, sedangkan korban penjual kopi di depan IGD rumah sakit yang ada di Jl Kesambi Raya, Kota Cirebon, itu.

“Terjadi hubungan asmara antara keduanya. Dua-duanya diketahui sudah berkeluarga. Korban telah bersuami dan pelaku memiliki istri dan anak. Jadi, terjadi perselingkuhan,” imbuh Suhermanto.

Baca:

Pembunuhan Ruhyatun, Polisi Sebut Bukan Korban Begal

Mayat Perempuan di Tepi Jalan Sampiran Penjual Kopi RSUD Gunung Jati

Suhermanto menyebutkan, pembunuhan berawal saat Erwin dan Ruhyatun janjian bertemu di depan Superindo Kesambi. Saat pertemuan, keduanya sempat terlibat pertengkaran hebat. Adu mulut dipicu keinginan pelaku mengakhiri hubungan perselingkuhan.

“Saat pelaku ingin memutus hubungan, korban marah. Terus mengeluarkan kata-kata kasar,” jelas kapolres.

Dari depan Superindo Kesambi, keduanya lalu jalan-jalan menggunakan mobil Escudo warna merah dengan nomor polisi E 1714 VA milik Erwin. Namun dalam perjalanan, cekcok tidak berhenti.

Korban mengancam membuka aib perselingkuhan tersebut kepada istri pelaku. Jika tetap memutuskan hubungan keduanya.

”Erwin yang gelap mata akhirnya memukul korban yang duduk di kursi depan, samping kursi kemudi,” katanya.

Itu terjadi saat perjalanan, tepatnya di seberang jalan depan PLTG Jl Brigjen Darsono by pass Kota Cirebon sekitar pukul 19.00 WIB. Pelaku tidak bisa mengendalikan emosi, sehingga langsung memukul dan menjerat leher korban dengan kunci stir sampai lemas.

Tidak berhenti di situ, untuk memastikan korban telah meregang nyawa, pelaku bahkan sempat menusuk leher korban menggunakan obeng.

Baca:

Perempuan Asal Kota Cirebon Tewas Diduga Dibunuh

Misteri Pembunuhan Ruhyatun, Polisi Periksa Suami Korban, Saksi Dibawa Lagi ke TKP

Setelah memastikan Ruhyatun sudah meregang nyawa, Erwin pun terus melaju dengan mobilnya hingga akhirnya membuang jenazah di pinggir jalan, penuh semak-semak. Tepatnya di Jl Ir Soekarno, Blok Tutugan, Desa Ciperna, atau berdekatan dengan Desa Sampiran, Kecamatan Talun.

Dari pemeriksaan, terungkap juga bahwa Erwin membuang jenazah wanita yang berdomisili di Kp Cucimanah Timur, RT 02/06, Kelurahan Jagasatru, Kota Cirebon, itu sekitar pukul 20.00 WIB.

Sebagai barang bukti, polisi mengamankan satu set pakaian yang dipakai korban dan pelaku saat kejadian, satu unit mobil Escudo warna merah dengan nomor polisi E 1714 VA, perhiasan dan satu buah kunci stir yang digunakan pelaku untuk menjerat korban.

“Serta dua buah handphone (HP) milik korban dan pelaku yang ditemukan di flyover Kepompongan. Pelaku membuang barang bukti tersebut untuk menghilangkan jejak,” ungkap kapolres.

Semetara itu, mengenai dugaan pembunuhan secara terencana, Suhermanto menyebut hal itu masih dalam penyelidikan. Sementara, pihaknya menyimpulkan jika pembunuhan dilakukan secara spontan akibat adanya perkataan kasar dan ancaman korban. “Keterangan pelaku masih kita dalami,” tutur kapolres. (day)