Fatimah Ingin ke Palu Cari Nining yang Hilang

Kabupaten Kuningan
hilangSiti Fatimah menerima telepon dari orang bernama Suryo yang mengabarkan Nining Khoiriyah (kerudung merah) sempat terlihat di sekitar Jembatan Kuning, Palu.FOTO: M TAUFIK/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Siti Fatimah (38) masih yakin anak sulungnya Nining Khoiriyah selamat dari musibah gempa dan tsunami di wilayah Palu, Sulawesi Tengah. Rencana pemerintah menghentikan pencarian korban bencana mulai per tanggal 11 Oktober hari ini, mendorong Fatimah ingin berangkat ke Palu untuk melakukan pencarian sendiri.

Ya Allah, saya bingung saat dapat kabar dari berita katanya pencarian akan dihentikan. Anak saya belum ketemu. Kalau ada uang saya ingin sekali berangkat ke Palu mencari sendiri anak saya sampai ketemu,” ujar Fatimah.

Namun sayang, penghasilan suami Fatimah dari pernikahan yang sekarang sangat minim sehingga tidak memungkinkan untuk bisa memberangkatkannya ke Palu. Ongkos pesawat yang mahal ditambah biaya hidup di daerah bencana yang tidak sedikit, membuat Fatimah hanya bisa ikhtiar melalui doa yang dipanjatkan setiap malam untuk keselamatan Nining.

Namun demikian, keinginan Fatimah berangkat ke Palu untuk mencari sendiri anaknya sangat besar. Berbagai cara pun tengah diupayakan. “Saya ingin sekali berangkat ke Palu mencari anak saya. Tapi tidak ada biaya. Saya bingung. Seandainya ada yang bisa meminjamkan uang,” ujarnya.

Fatimah mengaku hingga kemarin kejadian hilangnya Fatimah dari bencana gempa Palu belum mendapat perhatian dari Pemkab Kuningan ataupun pihak Kecamatan Pancalang. Adapun dari Pemerintah Desa Tajur Buntu, Fatimah mengaku pernah didatangi salah seorang perangkat desanya. Itu pun hanya melakukan pendataan.

“Saya sangat berharap ada perhatian dari pemerintah daerah Kuningan untuk mengupayakan pencarian anak saya. Bagaimanapun juga, anak saya adalah warga Kuningan yang berprestasi lulusan SMA Mandirancan dan bisa berkuliah di Universitas Tadulako Palu pun hasil program Bidik Misi. Dengan kerendahan hati, saya berharap ada bantuan dari pemerintah daerah untuk membantu pencarian anak saya,” ujar Fatimah berulang ulang.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Agus Mauludin mengaku telah mendapat informasi tentang hilangnya mahasiswi asal Kuningan tersebut dan telah berkoordinasi dengan BPBD dan tim SAR di Palu untuk pencarian. Namun hingga saat ini, kata dia, belum diperoleh informasi tentang keberadaan Nining. (fik)