oleh

Finlandia vs Italia, Pembunuh Berdarah Dingin

-Headline, Sport-11 views

TEMPERE – Pelatih Finlandia Markku Kanerva masih ingat rasa getir dalam dadanya saat melihat Italia melumat anak asuhnya dua gol tanpa balas, Sabtu (23/3) lalu. Dua gol yang lahir dari tendangan Nicol Barella dan sontekan Moise Kean membuat Teemu Pukki dan kolega tak berdaya. Asa mereka merebut posisi pertama klasemen kualifikasi Euro 2020 Grup J pun harus tertunda.

Huuhkajat-sebutan Finlandia- bertekad tak mau mengulanginya saat menjamu Italia dalam laga keenam kualifikasi EURO 2020, Senin (9/9) dini hari WIB. Laga akan digelar di Kota Tempere, Finlandia. Stadion Ratinan akan menjadi vanue dua tim yang duduk di posisi teratas Grup J saat ini. Finlandia yang berada di posisi kedua telah bermain di atas ekspektasi.

Dalam laga ini, striker Norwich City Teemu Pukki menjadi tumpuan serangan. Dari empat laga kualifikasi, top skor Liga Inggris itu telah menyumbangkan empat gol. Ia menjadi ancaman nyata pasukan Azzuri setelah dua gol beruntun ia lesakkan saat laga kontra Bosnia Herzegovina. Pada laga lanjutan Kamis (5/9), Finlandia menang 1-0 saat menjamu Yunani. Gol tunggal Finlandia juga diciptakan dari tendangan 12 pas Teemu Pukki.

Dinding Finlandia memang tak bisa sembarangan ditembus. Rekor empat laga terakhir dengan empat kemenangan tanpa sekalipun kebobolan menjadi bukti Finlandia bisa menjadi lawan terkuat Azzuri. Namun, Markku sepertinya tak mau muluk-muluk. Lewat hasil seri saja, baik Finlandia dan Italia dipastikan bisa melenggang ke fase group Euro 2020.

Selain Pukki, Roman Eremenko menjadi sorotan pemain yang akan mengancam lini tengah Azzuri. Gelandang CSKA Moskow terbilang berbahaya lewat gocekan dan kemampuannya merobek gawang lawan.

Bagi pemain berusia 29 tahun, Italia bukanlah negeri asing baginya. Ia telah melanglang buana membela Udinese dan Siena. Sejak membela CSKA Moscov di tahun 2014, ia masuk dalam jajaran pemain kunci setelah dinobatkan sebagai MVP Liga Premier Rusia musim 2014-15.

Di sisi lain, Italia tengah dalam kondisi on fire. Azzuri baru saja mengalahkan tuan rumah Armenia 3-1, Jumat (6/9) dini hari. Italia menang melalui doppietta Andrea Belotti dan satu gol Lorenzo Pellegrini.

Di Tempere, Italia masih berambisi meraih hasil sempurna. Di grup J, mereka memenangi lima pertandingan yang telah mereka mainkan. Sebanyak 16 gol dan hanya kebobolan dua. Sementara Finlandia hanya mengemas enam gol dan kemasukan dua. Jika menang, Italia akan menjauhkan diri dari kejaran Finlandia dan pesaing-pesaing lainnya.

Dalam laga nanti, Azzuri harus kehilangan gelandang serangnya, Marco Verratti. Pemain Paris Saints Germain ini terpaksa meninggalkan kamp pelatihan akibat akumulasi kartu kuning yang ia dapatkan dalam laga kontra Armenia. Kemungkinan besar pelatih Timnas, Roberto Mancini akan memasang gelandang Inter Milan, Stefano Sensi, untuk memperkuat skuatnya.

Italia tak mau memandang remeh Finlandia. Bonucci dan kolega tak bisa bermain ceroboh seperti babak pertama di Yerevan, Armenia. Cuaca dingin Semenanjung Skandinavia bisa menjadi arena mengerikan bagi Italia. Finlandia takkan memberi celah dan kesalahan sekecil apapun. (fin/tgr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed