Gerindra Siapkan Poros Baru, Pemilih di Jabar Masih Cair

Ilustrasi. (dok radarcirebon.com)

JAKARTA – Tujuh bulan menjelang pemilihan gubernur Jawa Barat, mayoritas warga Jabar belum bisa menentukan pilihan hatinya. Fakta itu bisa menjadi garansi jika pilgub di tanah Sunda tersebut akan kembali berjalan dinamis.

Merujuk survei Poltracking yang dirilis kemarin (5/12), baru 29,9 persen pemilih yang sudah memantapkan pilihannya. Sisanya, 47,0 persen, masih bisa berubah dan 23,1 persen lainnya memilih belum bisa menjawab. “Dengan data ini, semua peluang calon masih sangat terbuka,” kata Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha di kawasan Thamrin, Jakarta.

Hanta menambahkan, mayoritas warga Jabar baru menentukan pilihan setelah ada penetapan resmi dari penyelenggara dan pada masa kampanye. Namun, banyak juga yang menunggu sampai mendekati hari pemungutan. “Ada juga 15 persen pemilih yang akan menentukan pada hari H,” tambahnya.

Berdasar data pemilih yang sudah menentukan pilihan, nama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (RK) masih berada di posisi teratas dengan 24,2 persen. Dia unggul jauh dari Deddy Mizwar sebagai pesaing utamanya di angka 7,1 persen. Sementara itu, Dedi Mulyadi menguntit dengan 4,3 persen.

Untuk posisi calon wakil gubernur, nama Dede Yusuf, AA Gym, serta Desy Ratnasari masih berada di puncak hasil survei. Menyusul setelahnya politikus Golkar Daniel Mutaqien dan kader PPP Uu Ruzhanul Ulum.

Wasekjen Partai Golkar T.B. Ace Hasan Syadily mengakui, karakter pemilu di Jabar memang paling dinamis dan bisa berubah-ubah. Dia mencontohkan saat pilgub 2008 dan 2013, Gubernur terpilih Ahmad Heriawan bukan nama yang dominan di dalam banyak survei. “Pada 2008 Agum Gumelar yang disebut-sebut, tapi Aher tiba-tiba menyodok. Lalu, 2013 Dede Yusuf dinilai bisa mengalahkan, tapi Aher lagi yang jadi,” katanya.

Karena itu, meski elektabilitas RK yang dijagokan Golkar masih tinggi, pihaknya tetap dalam posisi waspada. “Masih banyak yang tidak kuat suaranya. Ada juga yang belum memilih,” tuturnya.

Di bagian lain, Waketum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan, pihaknya masih belum menentukan pilihan. Dia menunggu sikap Golkar setelah munaslub dan pilihan politik PDIP. Menurut dia, sikap dua partai besar itu sangat krusial dan bisa mengubah peta yang ada. “Ketum Golkar yang baru bisa saja mengubah arah dukungan,” tuturnya.

Namun, Ferry melanjutkan bahwa potensi membuka poros baru juga sangat besar. Bahkan, saat ini Gerindra sudah menyiapkan namanya. “Dari kader kami,” ucapnya memberikan isyarat. (far/c15/fat)