Gunakan Gas Melon 10 Tabung, Pedagang Bakso Tasik Ditindak

Gunakan Gas Melon 10 Tabung, Pedagang Bakso Tasik Ditindak - Radar Cirebon

KUNINGAN – Tim gabungan dari Satpol PP Kabupaten Kuningan dan Bagian Perekonomian Setda Kuningan melakukan sidak terhadap salah satu pedagang bakso tasik di Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, Selasa (12/6) malam. Pasalnya, usaha bakso tersebut kedapatan menggunakan gas 3 kilogram untuk usahanya hingga melebihi ketentuan.

Dalam sidak yang dipimpin langsung Kabag Perekonomian Setda Kuningan Toto Toharudin tersebut, petugas mendapati sedikitnya 10 tabung gas di warung bakso tersebut. Dari pengakuan pemiliknya, tabung gas tersebut sengaja dibeli untuk kebutuhan stok meremaan menjelang Lebaran nanti.

“Pemerintah Kabupaten Kuningan telah mengeluarkan surat edaran tentang larangan bagi industri dengan penghasilan di atas Rp 1,5 juta menggunakan gas bersubsidi. Namun dari hasil penelusuran kami, didapati satu warung baso tasik ini masih menggunakan gas melon dan saat dicek ternyata benar,” ujar Toto didampingi Kasubag Produksi Daerah Heri Subrata dan Kasi Penyidikan Satpol PP Eman Sulaeman di lokasi.

Atas temuan tersebut, kata Toto, pihaknya memberikan surat peringatan kepada pemilik warung bakso untuk menghentikan penggunaan gas melon tersebut dan menggantinya dengan yang nonsubsidi ukuran 5 kilogram, 12 kilogram dan lainnya.

“Untuk saat ini sanksinya masih dalam bentuk peringatan. Apabila ke depan masih ditemukan menggunakan gas melon lagi, maka ada sanksi lebih berat bisa dikenakan kepada pemiliknya,” tegas Toto.

Toto mengatakan, penindakan pedagang baso Tasik tersebut menjadi peringatan bagi pelaku usaha yang lain untuk tidak melakukan perbuatan yang sama. Dijelaskan Toto, ada kebijakan membolehkan UKM menggunakan gas bersubsidi, namun hanya bagi mereka yang penghasilannya masih di bawah Rp 1 juta itu pun penggunaannya antara 1 hingga dua tabung saja per hari dan dilarang menyimpan stok hingga berlebihan.

“Terlebih menjelang Lebaran seperti sekarang ini, ketika kita sudah mengupayakan penambahan kuota untuk antisipasi kelangkaan gas tetapi ternyata gas tersebut malah digunakan untuk pengusaha. Dengan peringatan ini, diharapkan bisa dipahami oleh para pelaku usaha agar bijak menggunakan gas sesuai peruntukannya yaitu menggunakan gas nonsubsidi saja sedangkan gas melon untuk warga miskin,” ujar Toto.

Sementara itu, Yana pelayan bakso tasik tersebut mengaku membeli gas dalam jumlah banyak tersebut baru kali ini saja. Hal ini dilakukannya karena pertimbangan menjelang meremaan saat Lebaran nanti sehingga membutuhkan stok gas cukup banyak.

“Sebenarnya kami juga punya tabung gas 12 kilogram, namun karena sedang kosong jadi kami beralih ke gas melon. Itu pun saya beli dari beberapa pengecer berbeda,” ujar Yana yang mengaku membeli gas melon tersebut seharga Rp20.000 per kilogram.

Atas tindakan petugas tersebut, Yana mengaku akan mematuhi dan segera mengganti gas melon dengan gas nonsubsidi secepatnya. Dia pun berjanji tidak akan menggunakan gas bersubsidi tersebut lagi ke depannya. (fik)

Koran Radar Cirebon

Komentar Pembaca