Guru Madrasah Harus Inovatif

MADRASAH-DINIYAH-KOTA-CIREBONIlustrasi. Foto: Dok. Ilmi Yanfaunnas/Radar Cirebon

MAJALENGKA – Guru madrasah harus bisa melakukan invoasi terhadap perkembangan ilmu masa kini. Jangan sampai, guru madrasah tidak update terhadap perkembangan pendidikan yang bisa menyebabkan tertinggal dari perkembangan ilmu pengetahuan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kemenag Majalengka Yayat Hidayat pada saat membuka kegiatan sosialisasi Permendikbud No. 46 tahun 2016 di Aula Koperasi Hikmah Majalengka, belum lama ini. Tak hanya itu, pihaknya menekankan agar girah atau semangat guru madrasah dalam mendidik supaya lebih ditingkatkan lagi. Sehingga pendidikan madrasah membuahkan hasil yang memuaskan sesuai dengan harapan.

Yayat menilai, saat ini girah mengajar guru madrasah mengalami penurunan. Sehingga dampaknya dalam beberapa ajang bergengsi siswa-siswi madrasah di Majalengka tidak mampu bersaing dengan daerah lainnya.

“Guru madrasah zaman now harus melakukan inovasi dalam pembelajarannya. Kita ini ASN di Kementerian Agama yang memiliki budaya kerja inovasi. Anak sekolahan zaman dulu berbeda dengan sekarang. Oleh karenanya cara menyampaikan pelajarannya juga harus berbeda. Temukan hal-hal baru yang lebih efektif dan baik untuk proses belajar mengajar di madrasah,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan, agar mengajar harus dilandasi niat yang kuat untuk ibadah kepada Allah dan untuk pengabdian kepada bangsa dan negara. Sehingga hasil pendidikan menghasilkan peserta didik yang berkualitas.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Yayat juga memberikan apresiasi kepada Kasi Pendidikan Madrasah yang telah dengan sigap menindaklanjuti Permendikbud No. 46 tahun 2016 tentang penataan linieritas guru bersertifikat pendidik.

Menurutnya, Permendikbud ini perlu disosialisasikan dengan sebaik-baiknya untuk ditindaklanjuti dengan serius meskipun belum ada juklak-juknisnya yang jelas. “Kami mendorong agar semua guru untuk mengikuti peraturan tersebut. Karena sangatlah penting adanya kesesuaian antara kualifikasi pendidikan dengan mata pelajaran,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Yayat menjelaskan, Kemenag Majalengka yang dimotori Seksi Pendidikan Madrasah akan menjajaki kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi yang ada. Salah satunya dengan STKIP Yasika Majalengka. (ara)