Hadapi Revolusi Industri 4.0, IKM Ikuti CIC

industri-digital
HADAPI INDUSTRI: Kepala Bidang Perindustrian Disperdagin Kabupaten Cirebon Endang Sri Pujiastuti didampingi Kepala Seksi fasilitasi dan standarisasi industri, Rodiya, menjelaskan tentang pelatihan CIC. FOTO: NUR VIA PAHLAWANITA/RADAR CIREBON

CIREBON – Kabupaten Cirebon memiliki potensi besar dalam pengembangan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) panganan olahan. Saat ini sudah ada 426 IKM panganan olahan yang memiliki SPP-IRT dan label halal.

Oleh karenanya, untuk menghadapi revolusi industri 4.0, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon akan menyelenggarakan pelatihan compass go 4.0 comprehensive industrial coaching (CIC).

Kepala Bidang Perindustrian Disperdagin Kabupaten Cirebon Endang Sri Pujiastuti menyampaikan, potensi besar IKM di Kabupaten Cirebon tersebut belum secara penuh siap untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Sebuah revolusi dalam dunia usaha yang bertumpu pada penguasaan teknologi yang menjadi penentu keberhasilan IKM di masa depan.

“Makanya kami akan menyelenggarakan pelatihan ini. Pelatihan ini diikuti oleh peserta IKM dengan persyaratan telah memiliki SPP-IRT dan sertifikat halal,” kata Hj Endang, kemarin. Menurutnya, peserta pelatihan compass go 4.0 CIC ini sangatlah terbatas.

“Saat ini sudah ada 22 IKM yang mendaftar untuk ikut CIC, pendaftaran sendiri telah dibuka dari awal februari hingga 17 Februari 2019. Karena kuotanya dibatasi, akan ada seleksi peserta sebelum dilakukan pelatihan CIC akhir Februari 2019 nanti,” tuturnya.

Senada dengan itu, Kepala Seksi Fasilitasi dan Standardisasi Industri, Rodiya, mengatakan, dalam compass go 4.0 CIC, para peserta IKM akan diberi materi mengenai peningkatan nilai jual, pengembangan inovasi dan kualitas, desain kemasan, cara produksi pangan olahan yang baik dan pemasaran offline, online maupun ekspor.

“Kami juga berikan fasilitasi pelatihan dan pendampingan, mock up kemasan, pengujian analisa kandungan gizi, pemasaran pada bazar, online maupun offline,” ungkapnya.

Dikatakannya, Kabupaten Cirebon saat ini sudah bukan menjadi kota transit melainkan destinasi wisata. Untuk itu sudah seharusnya pemasaran produk para IKM terutama produk makanan olahan dapat berkembang lebih pesat.

Lebih lanjut, kata Rodiya, IKM harus memulai penguasaan teknologi. “Kami akan terus menerapkan berbagai gagasan kegiatan kepada IKM. Baik melalui kegiatan pelatihan, bimbingan teknis, segi promosi untuk pemasaran dan lainnya,” tukasnya. (via)