Hati-hati! Jalan Ambles di Suradinaya Makin Parah

Warga melintasi akses jalan tanggul di Kampung Suradinaya yang ambles. FOTO:APRIDISTA SITI RAMDHANI/RADAR CIREBON
Warga melintasi akses jalan tanggul di Kampung Suradinaya yang ambles. FOTO:APRIDISTA SITI RAMDHANI/RADAR CIREBON

CIREBON-Sempat diperbaiki menjelang akhir tahun, jalan ambles di bantaran Sungai Kedung Pane, kondisinya makin parah. Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR), juga belum melakukan tindakan lanjutan.

Ketua RW 06 Suradinaya Utara Rudi Santoso mengatakan, pihaknya menantikan pengerjaan atau tindakan lebih lanjut. Hingga kini, kedalaman pun bertambah dari awalnya sedalam 20-30 cm menjadi 70-80 cm. “Jalan makin amblas. Kami khawatir ini merambat dan jalan tanggul putus,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Ia berharap dinas terkait bisa menindaklanjuti dengan perbaikan. Meski ambles, warga setempat tetap melintasi akses jalan alternatif tersebut. Hanya saja kendaraan roda empat sekarang sudah tidak bisa lewat.

Warga setempat sempat menduga, jalan ambles karena efek pengerukkan Sungai Kedung Pane beberapa waktu lalu. Saat penggerukkan diduga bronjong ikut terkeruk dan lepas. Bronjong atau gabions adalah kotak yang terbuat dari anyaman kawat baja berlapis seng. Pada penggunaannya diisi batu-batu untuk mencegah erosi yang dipasang pada tebing-tebing, tepi-tepi sungai. “Saat bronjong ini terangkat otomatis tak ada yang bisa menahan tanah dan tekanan air, jadi otomatis jalan amblas,” ujarnya.

Hal itu terlihat dari sisa-sisa baja yang terlihat di sungai. Sebelumnya salah satu warga mengaku melihat back hoe yang melakukan pengerukkan berhenti di lokasi yang saat ini ambles. Selebihnya jalan masih dalam kondisi baik. “Di jalan lain, tak ada yang ambles, semua baik-baik saja, hanya di titik ini saja yang ambles,” tuturnya.

Namun dari survei yang dilakukan DPUPR, jalan yang ambles bukan disebabkan bronjong yang rusak akibat pekerjaan alat berat. Akses jalan Kampung Suranidaya Utara, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi tersebut diduga labil. Sehingga mengalami penurunan permukaan saat terkena hujan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) H Syarif mengatakan, pengerjaan normalisasi sungai tidak mempengaruhi struktur kontruksi jalan dan senderan sepanjang sungai. “Kami sudah ke lokasi, ternyata tidak ada hubungannya dengan normalisasi sungai. Yang kami lakukan mengangkat sedimentasi dan sampah,” ujar Syarif, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Seksi Infrastruktur Permukiman dan Persampahan DPUPR Wadi SE menyebutkan, jalan ambles di tepi Sungai Suradinaya disebabkan kontur tanah yang labil. Lantaran curah hujan cukup tinggi, air masuk ke dalam tanah atau bawah jalan. Yang kemudian membuat permukaan tanah ambles. (apr)