Heboh Harga BBM, Kenaikan Harga Premium Ditunda

Nasional
okri--SPBU-(5)Aktivitas warga melakukan pengisian BBM di SPBU by pass Cirebon.FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

JAKARTA-PT Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga jual eceran bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan harga ditujukan pada BBM non subsidi jenis Pertamax Series, Dex Series serta Biosolar non PSO.

“Mulai hari ini (Rabu, red) dan berlaku di seluruh Indonesia pukul 11.00 WIB,” bunyi keterangan tertulis Pertamina yang diterima Fajar Indonesia Network/FIN (Radar Cirebon Group) di Jakarta.

Pertamina menjelaskan, penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar non PSO diakibatkan harga minyak dunia yang terus merangkak naik. Pertamina mengklaim, rata-rata harga minyak mentah dunia kini telah menembus angka USD80 per barel.

“Penetapannya mengacu Permen ESDM No 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM,” bunyi keterangan lanjutan Pertamina.

Kondisi tersebut menjadi pertimbangan utama Pertamina untuk menaikkan harga eceran BBM. Mengacu dari daftar harga BBM per 17 Juli 2018, rata-rata kenaikan berkisar antara Rp900 hingga Rp1.500 per liter. Sebagai contoh di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga BBM non subsidi jenis Pertamax Rp10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp12.250 per  liter, Pertamina Dex Rp11.850 per liter, Dexlite Rp10.500 per liter, dan Biosolar non PSO Rp9.800 per liter.

Yang mengejutkan, kenaikan harga BBM jenis Premium tiba-tiba dibatalkan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan sempat menyatakan pemerintah akan menaikkan BBM jenis Premium sebanyak 7 persen. Dengan rincian, Rp7 ribu per liter untuk harga di wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), serta Rp6.900 di luar Jamali. Rencana kenaikan diberlakukan pukul 18.00 WIB kemarin.

Tapi, tiba-tiba dibatalkan. Jonan beralasan, pembatalan secara mendadak berdasarkan arahan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia hanya menjelaskan alasannya secara singkat, yakni menunggu kesiapan Pertamina. “Sesuai arahan Pak Presiden rencana kenaikan harga Premium agar ditunda dan dibahas ulang sambil menunggu kesiapan PT Pertamina,” katanya. (fin)