Hemat BBM dan Ramah Lingkungan

RAMAH LINGKUNGAN: Aneka tipe produk sepeda listrik merek Super Rider sebagai alternatif berkendara yang ramah lingkungan.  ADINDA PRATIWI/RADAR CIREBON

Sepeda Listrik Bisa Tempuh Maksimal 55 Kilometer

CIREBON – Ada cara untuk bisa berkendara yang hemat bahan bakar dan bebas polusi. Coba beralih menggunakan sepeda listrik dari Super Rider. Sebuah teknologi baru electric bike tanpa bensin yang dapat dijadikan sebagai alternatif berkendara.

“Selain bebas polusi, juga ramah lingkungan,” kata Iing Irawan, pemilik E & D Sport kepada Radar Cirebon, Rabu (5/8).

Saat ini, Super Rider memiliki model yang bervariasi dengan harga terjangkau berkisar Rp4,5 juta hingga Rp8 jutaan. Tersedia empat pilihan tipe yaitu Earth Edition, Mars Platinum Edition, Neptunus Edition, dan Jupiter Edition. “Super Rider bisa berfungsi sebagai sepeda manual maupun seperti motor matik hanya tinggal gas saja. Inilah salah satu kelebihan Super Rider yang menguntungkan,” ujarnya.

Sesuai dengan namanya sepeda listrik ini harus terlebih dahulu di-charge agar bisa tancap gas seperti layaknya sepeda motor. Jika pengguna ingin mengoperasikannya sebagai sepeda biasa, hanya tinggal digowes dan sepeda pun akan melaju.

“Di-charge kurang lebih 6 sampai 8 jam. Kalau diisi full bisa menempuh jarak hingga 55 Km dengan beban 175 kg,” ujarnya.

Produk ini juga sudah dilengkapi dengan alarm. Sehingga pengguna tidak perlu khawatir akan keamanannya saat diparkir. Sebagai produk yang ramah lingkungan, Super Rider tentunya bisa digunakan oleh semua kalangan. “Anak remaja sampai kalangan ibu-ibu juga banyak. Merata. Karena produk ini sengaja dirancang untuk mereka yang ingin berkendara hemat dan sehat namun tetap tepat waktu,” paparnya.

Untuk pilihan warnanya, Super Rider memiliki ragam pilihan warna. Mulai dari biru, merah, dan hitam untuk tipe Earth Edition dan Jupiter Edition. Biru, merah, hitam, dan putih untuk tipe Mars Platinum Edition. Biru, merah, dan ungu untuk tipe Neptunus Edition.

“Masing-masing tipe punya fitur yang berbeda-beda,” pungkasnya. (nda)