Hindari Rebutan, Siswa SDN 3 Lurah Dibagi Kupon Nomor Meja

817
Seorang Siswa SDN 3 Lurah, Plumbon menunjukkan kupon nomor kursi dari pihak sekolah. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari rebutan kursi atau meja oleh orang tua siswa. FOTO: DEDI HARYADI/RADAR CIREBON

CIREBON- Hari pertama sekolah Senin (17/7), Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Lurah, Plumbon, dipadati orang tua siswa yang mengantarkan anaknya sekolah. Beberapa orang tua bahkan rela absen dari kantor demi bisa mengantar anak mereka.

Terutama untuk siswanya yang baru masuk sekolah, pihak sekolah memberikan kebijakan dan kelonggaran untuk orang tua menemani anaknya di sekolah. Kecerian peserta didik baru SDN 3 Lurah, Plumbon saat tiba di sekolah di hari pertama masuk sekolah sangat terlihat jelas. Hal tersebut terlihat tak ada raut takut, gelisah, atau cemas pada wajah mereka.

Suasana akrab terlihat seketika saat siswa baru, orang tua, dan para guru bersalaman dengan para guru dan kepala sekolah. Bahkan, para orang tua siswa ini sudah berdatangan sejak belum lagi pintu ruang kelas dibuka. Orang tua siswa sudah terlihat berkumpul di gerbang masuk sekolah. Para orang tua murid ini mendampingi putra-putrinya untuk mencari kursi yang sudah ditentukan oleh pihak sekolah setempat.

Eko selaku guru Agama SDN 3 Luruh sangat mengapresiasi antusiame para orang tua yang mengantarkan anaknya di hari pertama sekolah. “Untuk di SDN 3 Lurah ini kami sudah mengantisipasinya sejak lama, para murid baru maupun lama kami berikan nomor kursi, ini kami lakukan agar tidak terjadi rebutan kursi antar siswa atau orang tua. Bagi siswa lama kami berikan nomor kursi berbarengan saat pembagian buku rapor siswa, sedangkan murid baru kami berikan saat pendaftaran,” katanya.

Untuk siswa yang naik kelas 2, menurut Eko, tetap kami menggunakan sistem sekolah pagi dan siang. ”Karena murid yang naik ke kelas 2 itu jumlah murid banyak, kami bagi dua menggunakan sistem sekolah pagi dan siang.  Sedangkan kelas 1 (murid baru, red) hanya 1 kelas,” ujarnya.

Sementara Mul, guru Bahasa Indonesia SDN 3 Lurah juga mengatakan bahwa untuk penerimaan siswa baru di sekolah tersebut terjadi penurunan. “Memang untuk tahun ini (2017, red) ada penurunan jumlah siswa baru dibanding tahun lalu. Jumlahnya sekitar ada 39 murid,” tuturnya.

Diungkapan Mul, kegiatan anak-anak (siswa, red) pada hari pertama masuk sekolah selain mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan belajar, siswa juga saling bercerita pengalaman kegiatan semasa liburan. “Tentunya banyak kegiatan yang bisa dilakukan, karena berlibur bukan hanya sekedar beristirahat dari rutinitas belajar di sekolah dan bermalas-malasan di rumah, melainkan dapat diisi dengan berbagai kegiatan yang bermakna dan bermanfaat bagi anak-anak,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, adanya imbauan dari pemerintah agar para orang tua mengantarkan anaknya ke sekolah sebagai bentuk dukungan, mendapatkan apresiasi penuh dari para orangtua.

“Ternyata memang ramai sekali hari pertama ini, di sekolah penuh orang tua yang mengantarkan anak-anaknya. Tapi ada baiknya karena banyak orang tua yang mendukung anak-anaknya untuk sekolah di hari pertama. Orang tua juga harus ada perhatian untuk anak agar dia juga merasa aman dan nyaman selama menjalani belajar,” tutur Ijah (36) warga Desa Lurah, Kecamatan Plumbon. (rdh)