| Berharap Peningkatan Hidup Sehat |
|
|
|
SUMBER-Dilombakannya kelurahan/desa siaga, bukan sekadar untuk mengejar prestise. Menurut Kepala Puskesmas Watubelah, drg Devy Riftriani MKM, yang terpenting adalah termotivasinya masyarakat, sehingga ke depan ada peningkatan perilaku hidup sehat. Pihaknya pun tidak pernah merekayasa kondisi kenyataan di lapangan dan tidak pernah memberikan data-data fiktif tentang keberadaan Kelurahan Siaga Kaliwadas sebagai perwakilan Kecamatan Sumber yang diikutsertakan dalam lomba Desa Siaga Sehat tingkat Kabupaten Cirebon. "Data yang dimunculkan apa adanya. Misalkan posyandu yang ada di Kelurahan Kaliwadas dikategorikan sebagai posyandu pratama, karena memang belum mandiri," ungkap drg Devy kepada Radar, Kamis (7/8). Dikatakan, dalam pendataan rumah tangga sehat yang didata sebanyak 1.133 kepala keluarga (KK), tidak dipungkiri bahwa yang masuk dalam kategori rumah tangga sehat itu hanya 108 keluarga. Dengan data yang seadanya itu, pihaknya mengharapkan agar masyarakat menyadari untuk bersama-sama mewujudkan kelurahan/desa sehat. Keberadaan kelurahan siaga sendiri, muncul dari masyarakat. Namun, tidak terlepas dengan keikutsertaan unsur pemerintah untuk mensinergikan tercapainya lingkungan masyarakat yang sehat. Karena itu, sambung dia, kepala UPTD Puskesmas merupakan salahsatu unsur yang masuk dalam tim pembina kelurahan siaga sebagai ketua harian. Adanya kelurahan/desa siaga itu dari masyarakat untuk masyarakat, sedangkan puskesmas berkedudukan sebagai fasilitator. Sehingga tidak mungkin puskesmas tidak mendukung program kelurahan/desa siaga. Di Kelurahan Kaliwadas, lanjutnya, terdapat pula bidan desa yang berdomisili di sana yang kapan pun bisa ikut memfasilitasi. Termasuk dengan adanya data-data ibu hamil risiko tinggi, data sasaran bayi imunisasi serta lainnya dan ada juga RW Siaga Sehat. (san) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Warga Griya Caraka Tolak BTS
Izin Tetangga Diragukan, RT Tak Diberi Tahu
KEDAWUNG – Warga perumahan Griya Caraka dengan tegas menolak pendirian tower base transceiver station (BTS) milik sebuah perusahaan seluler yang lokasinya sangat berdekatan dengan permukiman.
KUR Dipersulit, Ngadu ke Staf Presiden
KUNINGAN – Realisasi program kredit usaha rakyat (KUR) yang digulirkan pemerintah pusat dalam rangka pengentasan kemiskinan di Kuningan, nampaknya mendapat kendala. Masyarakat mengaku dipersulit dalam proses pengajuannya.
Indomaret Ciremai Dibobol Maling
Agustus 5 Kasus, Belum Satu pun yang Terungkap Kran Keluar Angin, Bayar Rp400 Ribu
** Perusahaan Daerah Angin Malam...
Pembubaran BK Dianggap Bukan Solusi
** Ana BK ge cuma gawe risi...