oleh

Ibunda Muhammad Rozien Sampaikan Sambutan di Hadapan Santri Husnul Khotimah yang Mengharukan

KASUS yang menimpa almarhum Muhammad Rozien (17) santri Husnul Khotimah Kabupaten Kuningan, menyita perhatian publik.  Almarhum meninggal setelah ditusuk pelaku orang tak dikenal saat menunggu ibunya di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Jumat (6/9) malam lalu.

Korban yang merupakan warga Jalan Puyau 25, Kompleks Ratu Elok Banjar Baru, Kalimantan Selatan, itu sedianya berbahagia menemui ibunya yang datang dari kampung halaman. Namun, takdir berbicara lain. Malam itu menjadi pertemuan yang terakhir bagi Rozien dengan ibunya.

Setelah dinyatakan meninggal, Rozien lantas dibawa ke Ponpes Khusnul Khotimah Kuningan, Sabtu (7/9) dini hari. Sekitar pukul 03.00 WIB korban disalatkan ratusan santri dan kiai.

Baca:

Sehari Setelah Penusukan Maut Santri Husnul Khotimah, Pelaku Tertangkap dan Didor

Innalillahi, Santri Ponpes Husnul Khotimah Tewas Ditikam Preman Bertato

Inilah Identitas Dua Pelaku Penusukan Santri Husnul Khotimah

Tidak Hanya Santri Husnul Khotimah, Malam Kejadian Tersangka Sasar Korban Lainnya

Usai jenazah Rozien disalatkan oleh kiai dan rekan-rekan santrinya di Masjid Ponpes Husnul Khotimah, Sabtu (7/9) dini hari, Ibunda Rozien menyampaikan sambutan. Deraian air mata mengharukan mengiringi sambutan yang diampaikan ibunda Rozien di hadapan para santri dan kiai.

Begini kutipan sambutan Ibunda Rozien yang disampaikan:

“Saya yakin Rozien husnul khotimah. Buktinya sudah saya mau jemput di Gramedia ia memilih menyebrang jalan untuk menunggu  saya di sana. Tapi Allah yang mempunyai rencana sebaik-baiknya rencana.

Malam ini rencananya kami akan pulang bersama, ternyata memang kami pulang bersama. Teman-teman Rozien  selesaikan pendidikan di sini dengan sungguh-sungguh seperti apa yang dicita-cita Rozien. Qistan (teman almarhum saat kejadian, red) kemarin bercerita, ia (Rozien, red) tampil memakai blangkon memberikan ceramah lebih dari 10 menit dengan semangat luar biasa. Sampai hari akhirnya ia melakukan yang ia sukai yaitu membaca buku Insya Allah.

Teman-teman semua mewakili ananda, mohon dimaafkan kekurangannya. Mohon dibukakan pintu maaf untuk almarhum. Turutilah para walisantri, wali asrama. Turutilah para ustad di sini seperti Rozien memberlakukan mereka. Selama enam tahun Rozien di sini, saya sudah bersiap-siap untuk mengikuti haflah (wisuda) nantinya. Ternyata Allah yang mempersiapkan itu.

Baca juga:

Muhammad Rozien, Santri Husnul Khotimah Korban Penusukan Sudah Hafal 5 Juz Alquran

Pelaku Membunuh Rozien Dipengaruhi Obat Dextro

Cirebon Darurat Preman dan Bandit Jalanan

Mohon doa setelah ini kami pulang ke Banjarmasin. Mohon doa semua semoga lancar. Semoga dimudahkan.

Insya Allah, anak saya, sebagai ibunya, saya yakin ia anak yang saleh, husnul khotimah. Sampai hari akhir pun tidak pernah mau menyusahkan orang tuanya. Sampai dia menyebrang jalan untuk membuat saya tidak memutar. Memikirkan hal yang kecil, ya Allah, luar biasa.

Berbaktilah kepada orang tuamu karena itulah tiket ke surgamu insya Allah seperti ananda lakukan.

Terima kasih kepada ustadz semuanya. Ya Alllah, kenapa saya ingin membawa ke sini, karena saya tahu cinta Rozien itu ada di sini. Saya tahu Rozien cinta dengan Husnul. Mohon maaf kami sebagai orang tua bila ada salah,” tutur ibunda Rozien mengakhiri sambutan. (hsn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed