Ikhtiar Minta Hujan, Bupati Acep Instruksikan Camat-Kades Gelar Salat Istisqa

Kabupaten Kuningan
salat-istisqaKHUSYUK: Jemaah yang hadir di Lapangan Pandapa Paramartha, khusyuk melaksanakan salat Istisqa dan berdoa minta kepada Allah SWT agar menurunkan hujan, Jumat (19/10). FOTO: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Ratusan orang berkumpul di Lapangan Pandapa Paramartha, Jumat pagi (19.10) sekitar pukul 8.45 WIB. Laki-laki, perempuan, tua, muda, bahkan anak-anak nampak menggelar sajadah.

Lebih banyak yang mengenakan baju warna putih. Rupanya mereka akan melaksanakan salat Istisqa atau salat minta hujan kepada Sang Pencipta, Allah SWT.

Sebelum pelaksanaan, pihak panitia menyampaikan tata cara pelaksanaan salat Istisqa mulai dari niat, jumlah takbir tujuh kali di rakaat pertama dan lima di rakaat kedua sama seperti salat Ied hingga melakukan sunah menyelempangkan sorban di pundak kanan dan dipindahkan ke kiri setelah khutbah usai digelar.

Salat dua rakaat yang diimami Kasi Urusan Haji Kementerian Agama Kabupaten Kuningan Hamzah Rukmana tersebut berlangsung khidmat dan khusyuk. Usai salat, bertindak sebagai khatib adalah Drs H D Syarif Hidayatullah MA pengasuh pondok pesantren Nur Istiqomah Pasapen 2 Kuningan.

Dalam khutbahnya, Syarif memaparkan, salat Istisqa ini digelar untuk memohon pertolongan Allah SWT atas dampak kekeringan yang terjadi akibat kemarau panjang yang telah membuat banyak masyarakat resah. Kekeringan telah menyebabkan banyak masyarakat hidup susah seperti sulit mendapatkan air bersih, sawah kering dan ternak sulit mendapatkan rumput.

Tak hanya itu, kemarau panjang pun berdampak pada musibah kebakaran hutan dan lahan serta pemukiman warga. Sehingga menyebabkan kerugian tidak hanya materil namun juga dampak terhadap lingkungan.

“Bila melihat perhitungan dan prakiraan cuaca dari BMKG, seharusnya saat ini kita sudah masuk musim hujan. Kenapa musim kemarau ini berkepanjangan? Apa yang menyebabkan terhalangnya hujan? Apakah ini wujud murka Allah SWT kepada kita umat manusia yang telah berbuat kemungkaran dan dosa?,” ungkap Syarif.

Syarif pun menukil sebuah hadits yang yang diriwayatkan Ibnu Majjah yang artinya “Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan melainkan mereka akan ditimpa bencana bertahun-tahun, kerasnya kehidupan dan zalimnya penguasa. Dan tidaklah mereka menahan zakat harta mereka melainkan Allah akan cegah turunnya hujan dari langit. Kalau bukan karena untuk binatang-binatang niscaya tidak akan diturunkan hujan kepada mereka. Menurut Syarif, hadits ini patut direnungkan dan menjadi bahan introspeksi atas segala dosa yang telah diperbuat.”

“Hadits ini mengingatkan kita semua bahwa ternyata turunnya bencana berkesinambungan, terjadinya kemarau panjang dan terhalangnya hujan, berhubungan erat dengan perilaku manusia. Maraknya kemaksiatan dan kemungkaran, meningkatnya perzinahan, LGBT dan segala perbuatan dosa adalah penyebab segala bencana dan kesusahan ini. Oleh karena itu, bertaubatlah. Melalui salat Istisqa ini kita memohon ampunan kepada Allah SWT dan memperbanyak sedekah serta meminta dengan segala kerendahan hati mencabut segala kesulitan di musim kemarau ini dan menggantinya dengan hujan yang membawa berkah bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan,” papar Syarif.

Sementara itu, Bupati Kuningan Acep Purnama mengatakan, kegiatan salat Istisqa sebagai salah satu bentuk ikhtiar memohon kepada Allah SWT untuk mengakhiri musim kemarau dengan diturunkan hujan. Menurut dia, kemarau yang sudah berlangsung lima bulan ini telah membuat banyak warga Kuningan mengalami kekeringan terutama yang tinggal di daerah perbukitan hingga mengalami krisis air bersih.

“Sebetulnya kami sudah berupaya mengirimkan bantuan air bersih menggunakan tangki ke tujuh kecamatan yang terdampak kekeringan. Namun bagaimana pun juga kami punya keterbatasan, sehingga untuk solusi terakhir kami memohon bantuan langsung kepada Allah SWT untuk mengakhiri musim kemarau ini dengan cara melaksanakan salat Istisqa yaitu salat meminta hujan,” ungkap Acep.

Acep pun telah menginstruksikan kepada seluruh camat dan kepala desa (kades), pimpinan pondok pesantren hingga kepala sekolah untuk menggelar salat Istisqa di wilayahnya masing-masing. Acep berharap, setelah dilaksanakan salat Istisqa, Allah menurunkan hujan. Sehingga segala kesulitan warga Kuningan mendapatkan air bisa segera berakhir.

“Dua tahun yang lalu kami juga pernah menyelenggarakan salat Istisqa ini dan alhamdulillah Allah mengabulkan permintaan kami, hujan turun lima hari kemudian. Mudah-mudahan sekarang pun demikian,” pungkas Acep. (fik)