Indahnya Desa Sendang di Hari Lebaran Idul Fitri

Indahnya Desa Sendang di Hari Lebaran Idul Fitri - Radar Cirebon

INDRAMAYU-Ada yang berbeda di hari Lebaran Idul Fitri, warga Blok Dodog, Desa Sendang, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu. Sepanjang jalan di desa tersbut dihiasi dengan beragam kreasi. Diantaranya adalah dengan memasang lampu bola dan lampu bambu tepat di atas dan di samping jalan utama desa.

Salah satu tokoh pemuda setempat, Abdul Mughni kepada radarcirebon.com mengatakan, kreasi kampung ini Sudah d lakukan sejak tahun 2011 lalu dengan tema dan kreasi yang berbeda-beda, dari yang menggunakan obor minyak, lampu hias, payung lampu hingga pada tahun ini menggunakan bola plastik sebagai hiasan. “Setiap tahun tema kreasinya beda-beda, biar warga tidak bosen. awalnya pakai minyak tanah, sampai sekarang pakai listrik”. tandasnya.

Adapun biaya  semua keperluan yang digunakan untuk kreasi ini, Abdul Mughni menambahkan, seluruh pemuda yang jumlah mencapai seratus lebih mengadakan patungan. Dengan klasfikasi setiap pemuda yang berbeda, dari yang usia SMP hingga yang sudah bekerja. “Dananya dari patungan mas, kalau tidak patungan anggarannya dari mana?, setiap pemuda yang beda-beda, tapi ada batasan karena setiap warga dapat kaos,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan, sebelum para pemuda desa ini menciptakan kreasi, memang sangat susah untuk berkumpul. Karena kesibukan masing-masing  serta aktivitas lainnya yang tidak bermafaat. “Biasanya hanya pada nongkrong mas, tapi kalau diarahkan lebih baik,” katanya.

Salah satu pemuda lainnya, Abdul Malik mengungkapkan, pembuatan kreasi secara bersama-sama dengan pemuda juga untuk mencegah kenakalan remaja yang saat ini sering terjadi di lingkungan desa. “Kreasi ini biar pemuda desa ada kegiatan yang bermanfaat. daripada pemudanya pada tawuran” pungkasnya.

Warga yang turut membantu proses kreasi, Abdullah Erna mengatakan, awalnya rencana pembuatan kreasi ini diragukan oleh sebagian warga. Namun dengan kerja keras dan bukti nyata yang di tunjukkan, warga mulai senang dan tidak segan-segan untuk ikut patungan. ” Awalnya sulit untuk patungan, karena pemuda kerap diacuhkan dan dinilai selalu negatif,” ungkapnya. (rdh)

Koran Radar Cirebon

Komentar Pembaca