Ini Alasan Bima Sakti Tak Pilih Pemain PSM Masuk Skuad AFF 2018

Sport
TIMNAS-INDONESIA-SENIORBELAJAR KONSISTEN: Bima Sakti (depan) memimpin latihan pemain Timnas Indonesia senior dalam persiapan menuju Piala AFF 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, kemarin. FOTO: PSSI.COM

JAKARTA – Tim pelatih Indonesia tidak ingin larut dengan kritikan. Mereka punya alasan mengapa tidak memilih satu pun pemain PSM Makassar masuk skuad Piala AFF 2018. Kendalanya adalah butuh waktu lama untuk adaptasi dengan skuad baru.

Diketahui, PSM adalah pemuncak klasemen Liga-1 musim ini. Tentunya, sangat disayangkan tidak satu pun pemainnya yang diorbitkan ke level tim nasional. Dari tujuh tim papan atas, hanya pemain PSM yang tak dilirik ke timnas.

Bima Sakti mengaku tak memilih pemain PSM bukan karena kualitas minim. Apalagi, performa yang tidak stabil. Akan tetapi, dia tidak ingin merombak skuad yang sudah terbentuk di era kepemimpinan Luis Milla.

Jika itu dilakukan, dikhawatirkan akan mengganggu proses adaptasi. “Kemarin saya lihat Abdul Rahman, Rizki Pellu, Ferdinand Sinaga, M Rahmat, dan Rasyid. Tetapi, kami butuh adaptasi biar dapat hasil bagus. Waktu mepet. Kami butuh pemain yang sudah tahu game plan,” ujar Bima kemarin.

Hal ini diakuinya, termasuk dengan yang tidak memasukkan kembali nama Abdul Rahman yang sebelumnya sempat dipanggil untuk laga uji coba menghadapi Myanmar dan Hongkong.

“Abdul Rahman tidak jelek, cuma waktu yang mepet, belum ada kesempatan. Ke depan kami akan panggil, kalau memang rezeki. Tetapi, kami coba optimalkan pemain di Asian Games dulu,” paparnya.

Selain itu, mantan gelandang PSM ini juga membutuhkan pemain yang memiliki performa konsisten di klubnya masing-masing. “Memang yang terpilih adalah mereka yang terbaik di klubnya. Itu wajib,” imbuhnya.

Pelatih PSM, Robert Alberts sebelumnya juga menyesalkan tak ada timnya yang dipanggil ke timnas. Meski di sisi lain timnya saat ini dalam perburuan gelar juara Liga-1 musim ini.

“Pemain yang terpilih akan bangga membela negaranya. Faktanya tidak ada pemain PSM yang masuk timnas di situ. Bagi saya itu sedikit membingungkan. Kalau kalian lihat liga lain di dunia ini, timnas itu berasal dari tim-tim atas liga mereka. Di Indonesia, PSM lumayan konsisten di musim ini dan tidak ada yang terpilih,” ucapnya.

“Kalau lihat tim yang tidak sumbangkan pemainnya seperti PS Tira dan PSMS, ini adalah tim yang ada di papan bawah. Kami bisa lihat PSM tidak ada sumbangkan pemainnya. Jadi bagaimana bisa PSM tidak ada pemain ke timnas. Saya kira pemain saya layak ke timnas dan sudah lakukan hal yang luar biasa. Harus diperhatikan fakta itu,” kuncinya. (tam/abg)