Jabar Masagi, Benteng Generasi Muda

Jawa Barat
JABAR-MASAGI1PEDULI PENDIDIKAN: Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama para kepala daerah, saat peresmian Jabar Masagi di Gedung Negara, Rabu (5/12). FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

JABAR Masagi yang terinspirasi dari Bandung Masagi, menjadi program unggulan Ridwan Kamil dalam pembangunan bidang pendidikan di Jawa Barat. Secara umum program ini membentengi generasi muda, khususnya para siswa dari efek negatif era digital.

Emil, sapaan akrabnya, mengungkapkan, penggunaan gawai, terutama pada siswa, sekarang ini sudah lebih dari empat jam. Dua per tiganya digunakan untuk kesia-siaan.

Sehingga perilaku siswa sekarang mirip semua, asyik bermain dan terpengaruh gawai. Ini yang menyebabkan generasi muda kehilangan identitas diri.

“Tugas kita sekarang adalah menyiapkan anak didik kita membentengi dengan kurikulum atau program unggulan di sekolah. Berkaca pada Jepang dan Korea yang berhasil menciptakan SDM yang unggul dimulai dari sekolah. Kita yang sekarang ini jauh tertinggal dengan kedua negara tersebut. Pasti ada yang salah dengan kurikulum maupun pembinaan di sekolah,” tegas Emil ketika meluncurkan program Jabar Masagi di Gedung Negara Cirebon, Rabu (5/12).

JABAR-MASAGI2
SEPAKAT: Para bupati/walikota se-Jawa Barat menunjukkan surat kesiapan melaksanakan program Jabar Masagi. FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

Untuk menciptakan generasi unggul melalui Jabar Masagi, diperlukan empat jenis kriteria siswa. Pertama memiliki fisik yang sehat, artinya tidak gagal tumbuh sejak bayi. Kedua memiliki kecerdasan yang cukup. Ketiga memiliki emosional serta akhlak yang baik. Keempat punya kepribadian sopan dan religius.

Masagi mempunyai arti sudah sangat sempurna, diambil dari nilai-nilai budaya Jabar yang luhur. Di antaranya, niti surti berarti mempunyai kemampuan merasa. Niti harti kemampuan untuk mengerti. Niti bukti kemampuan melakukan kebenaran dan menolak berbuat negatif. Terakhir niti bakti, kemampuan bersosialisasi di tengah masyarakat.

Halaman: 1 2