Jadi Kawasan Metropolitan Cirebon Raya SDM Belum Siap, Perlu Terobosan

SUARA PEMUDA: Ketua KNPI Kabupaten Cirebon Syarif Nurdin Zein (kedua dari kiri) berharap pemuda dan kepemudaan harus diberi peranan signifikan. FOTO: IST/RADAR CIREBON

KABUPATEN Cirebon berkembang menjadi kawasan metropolitan Cirebon Raya. Pada Hari Jadi ke-535 Kabupaten Cirebon, harapan diungkapkan sejumlah kalangan, salah satunya pemuda.

Seperti yang diungkapkan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Cirebon, Syarif Nurdin Zein. Dia memiliki harapan besar kepada pemerintah untuk semakin peduli terhadap nasib pemuda dan kepemudaan di Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, pemuda berperan penting dalam melanjutkan estafet kepemimpinan ke depan. Jangan sampai pemuda hanya dijadikan objek pembangunan dan politik.

“Pemuda dan kepemudaan di kabupaten harus diberi peranan yang signifikan,” ucapnya kepada Radar Cirebon.

Apalagi, dengan banyaknya pabrik-pabrik di Kabupaten Cirebon, seharusnya penyerapan tenaga kerja lebih diutamakan bagi pemuda dari putra daerah. Dia berpendapat, dengan adanya akses tol yang bagus dan pembangunan Bandara Kertajati yang hampir selesai, Kabupaten Cirebon harus mempersiapkan diri.

Secepatnya menciptakan gebrakan-gebrakan pembangunan yang tidak biasa. Tak hanya untuk menarik investor, tetapi di sisi pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga harus disiapkan.

Salah satunya, kata Zein, dengan memberikan pelatihan keahlian dan menumbuhkan wirausaha muda baru, serta memfasilitasi membimbing wirausahawan muda baru. “Sejauh ini, hasilnya masih belum terlihat,” ujarnya.

Lebih jauh dia mengatakan, pemerintah harus sudah melakukan pendidikan politik terhadap semua kalangan. Sehingga masyarakat mampu berpartisipasi aktif ketika pilkada dan mampu menilai calon bupati. Harapannya, mampu membawa Kabupaten Cirebon lebih siap untuk menjadi Metropolitan Cirebon Raya.

Pemuda di Kabupaten Cirebon juga harus menyiapkan diri untuk menyongsong Cirebon raya metropolitan. “Kalau hanya berpatokan standar dan biasa-biasa saja, tidak ada terobosan, Kabupaten Cirebon bakal tertinggal. Bisa jadi malah Majalengka yang lebih maju di masa-masa mendatang,” terang Syarif.

Maka dari itu, lanjutnya, mau tidak mau, siap tidak siap, masyarakat harus sudah mempersiapkan diri untuk menyongsong itu. Karena masyarakat Kabupaten Cirebon harus mampu menjadi tuan di negeri sendiri.

“Ini menjadi kewajiban pemerintah untuk mempersiapkan infrastruktur pembangunan juga SDM agar sejalan. Kalau pemerintah tidak mempersiapkan masyarakatnya, bagaimana masyarakat bisa siap?” bebernya. (jml)