Jatiwangi Art Factory Luncurkan Museum Kebudayaan Tanah

f-jafJatiwangi Art Factory (JAF) melakukan acara pembukaan museum kebudayaan tanah, Selasa (11/9).FOTO:ALMUARAS/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA-Jatiwangi Art Factory (JAF) melaksanakan pembukaan museum kebudayaan tanah, pameran keramik Jatiwangi, Selasa (11/9), di Jalan Makmur 604 Desa  Jatisura Kecamatan Jatiwangi.  Acara yang dibuka oleh Hj Konaah, ibunda Owner JAf, Arief Yudi ditandai dengan deklarasi Kriyanagara oleh para seniman JAF dan tokoh seniman seperti Mukti-mukti, Bang Toha Muhamad, Kadus Illa, Loranita, Alma Deden Sambas dan lainnya.

Direktur JAF, Ginggu M Hasyim menyebutkan, museum kebudayaan tanah ini tidak hanya untuk menyimpan kenang-kenangan masa lalu, tapi juga untuk membuat kenang-kenangan masa depan. Karena itu, kata Ginggu, tidak hanya karya JAF  yang bisa disimpan di museum ini, tapi juga karya tentang kebudayaan tanah lainnya.

Menurut Ginggu yang juga arsitek bangunan  museum ini akan dibuka untuk umum dengan gratis. “Kita bersyukur bisa bertemu dengan orang penting dan pembangunan museum ini selama tiga bulan,” ujar mantan Kades Jatisura ini kepada Radar Majalengka.

Mantan anggota DPR RI  yang juga Pimpinan  Pontren Al-Mizan Jatiwangi KH Maman  Imanulhaq mengapresiasi karya museum kebudayaan tanah ini yang bisa menumbuhkan ekonomi kreatif untuk peningkatan perekonomian masyarakat. “Bukan hanya soal pengembangan seni dan budaya, tapi dengan ini bisa tumbuhkan ekonomi kratif,” ujar tim relawan nasional Jokowi-M’aruf ini kepada wartawan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pangan Kabupaten Majalengka Ir H Mahmud MP  mengapresiasi adanya museum kebudayaan tanah ini. Menurutnya, tanah menjadi berarti  bagi pangan dan tanah perlu dilestarikan, tapi juga tanah untuk pertanian dan budaya juga harus jalan. “Akibat alihfungsi, kini lahan pertanian semakin berkurang, karena itu, pemerintah harus bisa berhitung potensi lahan agar lestari, dan memiliki lahan abadi serta berkelanjutan karena itu perlu ada perda,” ujarnya. (ara)