Jelang Nataru, Ketersediaan Sembako Aman, Disperindag Kabupaten Cirebon Temukan Harga Telur Naik

Dinas Perdagangan dan Perindustrian beserta Satgas Pangan Kabupaten Cirebon melakukan sidak ke supermarket dan minimarket menghadapi Natal dan Tahun Baru, Kamis pagi (20/12). FOTO:DENY HAMDANI/RADAR CIREBONDinas Perdagangan dan Perindustrian beserta Satgas Pangan Kabupaten Cirebon melakukan sidak ke supermarket dan minimarket menghadapi Natal dan Tahun Baru, Kamis pagi (20/12).FOTO:DENY HAMDANI/RADAR CIREBON

CIREBON-Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Satgas Pangan Kabupaten Cirebon memastikan ketersediaan sembako di Kabupaten Cirebon aman, meski ada kenaikan harga komoditi telur. Hal tersebut terungkap usai melakukan inspeksi mendadak di berbagai pasar modern, baik supermarket ataupun minimarket di Kabupaten Cirebon, Kamis pagi (20/12).

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon Deni Agustin mengatakan, pihaknya sengaja melakukan sidak bersama Satgas Pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019. “Melakukan sidak terhadap toko modern dalam rangka mengawasi barang beredar, menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Dia berharap sidak ini kembali mengingatkan kepada seluruh pelaku usaha untuk terus secara rutin melakukan pemeriksaan terhadap makanan dan minuman yang mereka jual. Sehingga terhindar dari terjualnya barang-barang yang kedaluwarsa dan rusak. Selain itu, pihaknya juga memeriksa kecukupan dan ketersediaan barang.

Deni mengungkapkan, hampir seluruh komoditi sembako berada pada harga di bawah HET, kecuali telur yang mengalami kenaikan. “Tadi kita bisa lihat beras juga dijual di toko modern dengan harga masih di bawah HET. Telur agak tinggi sedikit. Tadi ada perbedaan harga yang cukup signifikan, karena ada perbedaan penyuplainya. Kebetulan tadi di toko di sini ada diskon dan di sana nampaknya nggak ada diskon,” jelasnya.

Namun pihaknya sudah mengingatkan agar pengelola toko modern bisa menjual dengan harga yang tidak terlalu tinggi. “Kami langsung mengingatkan kepada yang bersangkutan untuk menjual lebih rendah lagi. Agar yang merayakan Natal dan Tahun Baru bisa lancar,” tuturnya.

Deni mengungkapkan, banyak faktor yang menyebabkan harga telur terus mengalami kenaikan. Karena ada kendala musim hujan. Biasanya, produksi telur akan menurun. Selain itu, dalam sidak kali ini, pihaknya tidak menemukan adanya sembako kedaluwarsa. Hanya menemukan makanan kaleng yang mengalami kerusakan. “Tadi kita menemukan makanan dalam kaleng yang sudah rusak. Kemasannya rusak dan kita memerintahkan segera ditarik dan ditukar. Sedangkan untuk makanan kedaluwarsa belum menemukan,” tuturnya.

Salah seorang pedagang yang namanya enggan namanya disebutkan menyampaikan, pihaknya terbuka kepada para petugas yang melakukan sidak ke tempat usahanya. “Kami sih tidak ada masalah. Harapannya, dengan sidak ini, para pengusaha atau pedagang jujur dalam menjalankan usahanya,” pungkasnya. (den)