Jembatan Cilutung Segera Ditutup, Lalu Lintas Cirebon-Bandung Dialihkan ke Tol Cipali

Kabupaten Majalengka
f-jembatan-cilutungSEGERA DIPERBAIKI: Petugas memeriksa kondisi Jembatan Cilutung yang berada di wilayah Kecamatan Kadipaten, Jumat (13/7). FOTO: ANWAR BAEHAQI/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Jembatan Cilutung yang menghubungkan Cirebon-Bandung, tepatnya di perbatasan Kabupaten Majalengka dengan Kabuputen Sumedang, akan ditutup. Penututupan jembatan penghubung jalan nasional yang berada di wilayah Kadipaten Majalengka itu akan dimulai Rabu, 18 Juli 2018 mendatang.

Kasat Lantas Polres Majalengka AKP Isnadi Anang Raharjo didampingi Kanit Dikyasa Lantas Iptu Y Rusyanto mengatakan, penutupan Jembatan Cilutung menyusul akan adanya perbaikan dan perawatan pada fisik jembatan. Yakni, penggantian lantai pada jembatan tersebut.

Menurut Isnadi, selama ditutup, para pengguna jalan yang sedianya melintas di jalur tersebut bakal dialihkan melalui jalur alternatif. Untuk kendaraan di atas 8 ton, seperti mobil dump truk, trailer, tangki truk, bus besar, tronton, tangki BBM dan alat berat bakal dialihkan melalui Tol Cipali.

“Jika kendaraan dari arah Cirebon, akan kami alihkan melalui pintu Tol Sumberjaya, Majalengka. Begitu pun sebaliknya, kendaraan dari arah Bandung akan dialihkan melalui pintu Tol Cikedung, Cikamurang,” kata Isnadi, Jumat (13/7).

Isnadi menyebutkan, penutupan jembatan tersebut tidak secara total. Namun khusus untuk kendaraan sepeda motor dan mobil penumpang kecil masih bisa melalui jalur tersebut dan akan diberlakukan sistem buka tutup.

“Meski begitu kami menyarankan, bagi kendaraan mobil penumpang kecil, demi kenyamanan dan kecepatan waktu tempuh Anda, disarankan agar menggunakan jalur alternatif maupun melalui Tol Cipali. Yaitu dari pintul Tol Kertajati Majalengka dan pintu Tol Cikedung Cikamurang,” tuturnya.

Lebih lanjut, dijelaskannya, Jembatan Cilutung merupakan salah satu jalur nasional, penghubung Cirebon menuju Bandung. Saat ini, sambungnya, kondisi jembatan dinyatakan sudah tidak layak untuk dilalui kendaraan besar, seperti truk dan bus maupun kendaraan besar lainnya.

“Ini mengingat konstruksi jembatan mulai aus akibat usia bangunan jembatan yang sudah puluhan tahunan. Sehingga, kami nyatakan berbahaya jika dilalui kendaraan besar,” tutupnya. (bae)