Kabupaten Cirebon Butuh 16 Jembatan Gantung Lagi

Kabupaten Cirebon
dri - ground breaking jembatan gantung di Ciledug (6)Bupati Cirebon Dr H Sunjaya Purwadisastra MM MSi didampingi Anggota Komisi V DPR RI Yoseph Umar Hadi dan Kepala BPJN Wilayah VI Hari Suko saat peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan jembatan gantung di Desa Ciledug Wetan, Kecamatan Ciledug.FOTO:ANDRI WIGUNA/ RADAR CIREBON

CIREBON-Kabupaten Cirebon saat ini setidaknya membutuhkan 16 jembatan gantung yang harus segera dibangun, untuk mempermudah aktivitas dan menunjang mobilitas masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Cirebon, Dr H Sunjaya Purwadisastra MM MSi saat ditemui Radar Cirebon di sela-sela acara peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan jembatan gantung di Desa Ciledug Wetan, Sabtu (15/9).

Menurut Sunjaya, pihaknya sudah mengajukan proposal kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk meminta dibuatkan jembatan penghubung di 18 titik. Dari proposal yang diajukan tersebut saat ini baru terealisasi 2 titik jembatan gantung seperti yang saat ini sedang dibangun di Ciledug dan Ciwaringin oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah VI.

“Secara teknis, dalam hal ini Pemkab Cirebon hanya sebagai penerima manfaat, kita tidak terlibat dalam pembangunannya, hanya nanti setelah seelsai dibuat aset tersebut kemudian akan diserahterimakan dan menjadi aset milik Pemkab Cirebon,” ujarnya.

Ditambahkan, atas nama Pemkab Cirebon Sunjaya mengaku sangat berterimakasih dengan dibangunnya dua jembatan gantung di Kabupaten Cirebon tersebut. Pasalnya, dengandi bangunnya jembatan tersebut akan menguntungkan warga terutama untuk mempermudah aktivitas dan mobilitas warga.

“Harapan saya, dari proposal pengajuan bisa terealisasi semuanya, kita tidak punya target kapan pembangunan untuk 16 jembatan gantung lainnya tersebut akan dilakukan karena kewenangan sepenuhnya ada di pemerintah pusat, mudah-mudahan secepatnya,” imbuhnya.

Jembatan gantung tersebut akan dibangun dengan anggaran dari APBN sebesar Rp7,6 miliar dengan bentangan jembatan sekitar 72 meter dan lebar 4 meter. Dalam pelaksanaannya, pekerjaan di-deadline sampai akhir Desember 2018 tanpa opsi perpanjangan waktu.

“Ini makanya saya dorong terus agar cepat dikerjakan dan harus selesai agar bisa langsung dimanfaatkan, harus selesai di akhir tahun anggarannya dari APBN murni, kita tidak mau ada perpanjangan waktu,” tutur kepala BPJN VI Ir Hari Suko Setiono, MEng.Sc saat ditemui Radar di sela-sela kegiatan groundbreaking jembatan gantung di Ciledug.

Terkait selisih antara nilai pagu dan hasil lelang yang hampir sekitar Rp2 miliar, Hari Suko menuturkan hal tersebut bukanlah yang aneh. Pasalnya, lelang yang dilaksanakan bersifat terbuka dan bebas dengan ketentuan memenuhi syarat yang ditetapkan. Dari keterangan di LPSE Kementrian PUPR Nilai pagu paket pekerjaan tersebut senilai Rp9,6 miliar dan berhasil dimenangkan oleh PT Bangun Nusa Raya.

“Kalau saya lihat ya nilai lelang itu sekitar 80 sampai 90 persen dari nilai pagu, ini kan persaingan, yang paling murah yang menang tapi tentunya dengan tidak menurunkan kualitasnya, karena item dan speknya sudah kita tentukan,” paparnya.

Terpisah, Anggota Komisi V DPR RI Yoseph Umar Hadi kepada Radar Cirebon  mengatakan pembangunan jembatan gantung tersebut bermula dari aspirasi masyarakat yang ia serap sewaktu melakukan kunjungan kerja ke Ciledug. “Hari ini bukan hanya di Ciledug, groundbreaking juga dilakukan di beberapa titik lainnya di wilayah Kabupaten Cirebon dan Indramayu. Totalnya ada empat titik, dua di Cirebon dan dua di Indramayu,” ungkapnya. (dri)