Kartini-Kartini Cirebon yang Menginspirasi (1)

Pewaris Topeng Losari, Sering Wakili Indonesia dalam Misi Kebudayaan ke Luar Negeri

554
Pewaris Topeng Losari, Nur'anani M Imran sering mewakili Indonesia ke luar negeri. (foto liyandraco via facebook topeng losari)

Kisah Raden Ajeng (RA) Kartini dengan cita-citanya pada pemberdayaan wanita, pendidikan, dan kesetaraan kesempatan, telah berlalu puluhan tahun lalu. Hari ini, Jumat (21/4), semangatnya tetap dirasakan para wanita Indonesia, termasuk di Cirebon. Banyak wanita-wanita hebat yang punya cerita penuh inspirasi.

======================

SALAH satunya Nur’anani M Irman, pewaris Topeng Losari. Nani- sapaan akrabnya- menjejak perjuangan Kartini dengan konsistensi. Konsisten dalam mengemban tanggungjawabnya sebagai pewaris topeng Losari. Nani tak henti memperkenalkan Topeng Losari kepada seluruh masyarakat.

Tak hanya masyarakat Cirebon, tapi juga masyarakat se-Indonesia, bahkan mancanegara. Nani mengaku punya tanggung jawab besar untuk melestarikan tari topeng Losari. “Setelah nenek meninggal, saya menganggap bahwa menari itu tanggung jawab besar,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

38 tahun bergelut di dunia seni tari, adalah waktu yang tak sebentar bagi Nani. Sudah banyak pengalaman suka maupun duka yang ia rasakan. “Banyak hal yang harus ditinggalkan dan dikorbankan, tapi ini bentuk konsistensi saya, harus dijalani,” ungkap wanita kelahiran Cirebon 5 Juni 1977 itu.

Menari tanpa dibayar sepeserpun pernah dialami Nani. Namun, bagi ibu dua orang anak ini, nominal rupiah tak seberapa dibandingkan kepuasan tersendiri saat dirinya bisa menghibur dan menampilkan tarian yang terbaik di depan orang. “Sering kalau tampil semua pakai uang pribadi, tapi gak masalah untuk saya. Yang penting saya terus menjaga warisan ini dan hasilnya pun mulai saya rasakan sekarang,” katanya.

Berkat kesabaran dan konsistensi, Nani dan tim tari topeng Losari sering dipercaya mewakili Indonesia dalam acara-acara kesenian dan kebudayaan di luar negeri. Seperti tahun 2016 lalu, Nani tampil di berbagai negara mulai dari Auckland dan Wellington di New Zealand, Australia, hingga Washington DC, Amerika Serikat.

Nani juga mendapatkan kesempatan untuk studi di Auckland New Zealand bersama 51 pegiat budaya dari Indonesia. “Waktu studi itu, saya mempresentasikan budaya Cirebon, salah satunya tentang topeng Losari,” ceritanya.

Nani pun pernah tampil dalam festival Internasional di Auckland bersama 3 penari dari Indonesia yakni Jogjakarta dan Jawa Timur. Nani mengaku, saat dirinya tampil di luar negeri sangat dihargai. “Tapi bagi saya, tampil di manapun selalu ada kebanggaan sendiri dan harus tetap jaga kualitas. Bisa besar di negara sendiri itu yang paling penting,” bebernya.

Rencananya, bulan November 2017 mendatang Nani bersama tim tari topeng Losari akan terbang kembali ke luar negeri. Kali ini, Nani akan tampil di negara Eropa seperti Prancis, Belanda, dan Belgia. “Selama 3 minggu keliling di Eropa. Kami lolos audisi dari kurator dan mewakili Indonesia di sana,” jelasnya. (dri)