Kembangkan Pendidikan Berbasis Teknologi

UNBK-SMPN-7-(2)UJIAN NASIONAL: Siswa SMPN 7 Kota Cirebon mengikuti UNBK. Foto: Okri Riyana/Radar Cirebon

JAKARTA– Revolusi pendidikan terus digenjot pemerintah. Motivasi itu pun dilakukan dengan mendorong pemerintah daerah dalam mengembangkan pendidikan berbasis digital. Kemendikbud sadar perkembangan teknologi pendidikan yang cukup pesat. Olehnya, penghargaan khusus diberikan kepada kepala daerah yang sukses memajukan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Sekjen Kemendikbud, Didik Suhardi mengatakan TIK akan memainkan peran pendidikan tanah air di masa mendatang. Bahkan metode tersebut sudah menjadi kebutuhan utama.

“Apalagi kondisi Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, maka TIK merupakan salah satu solusi terhadap proses pembelajaran yang bermutu. Olehnya, Kemendikbud memberikan apresiasi kepada daerah yang sudah berupaya keras dalam memajukan pendidikan dengan mendayagunakan TIK,” ujarnya di sela kegiatan Anugerah Kihajar ke-7 tahun 2018 di Jakarta, Jumat (12/10).

Kata Didik, TIK telah menjadi atensi serius pemerintah. Ini karena pergeseran kebutuhan juga tak lepas dari pengaruh era digital. Makanya, diungkapkan Didik, sebuah penghargaan khusus telah diberikan kepada para kepala daerah yang telah memberi perhatian atensi terhadap perkembangan TIK.

“Makanya Kemendikbud memberikan penghargaan Anugerah Kita Harus Belajar (Kihajar) 2018 kepada lima gubernur, tujuh walikota, dan empat bupati yang berprestasi memajukan TIK,” tandasnya.

Anugerah Kihajar 2018 mengangkat tema “Pendayagunaan TIK Pendidikan dan Kebudayaan dalam Menyiapkan Generasi Milenial Menghadapi Revolusi Industri 4.0”.

Setelah melalui proses penilaian oleh tim juri, ditetapkan nama penerima anugerah berdasarkan empat kategori. Yakni utama, madya, pertama, dan khusus. Untuk penghargaan kategori utama diberikan kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jatim Soekarwo, Walikota Bandung Oded Muhammad Danial, dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. (FIN)