Kemenkes  Antisipasi Wabah Kolera saat Musim Haji

454
Ilustrasi. (dok radarcirebon.com)

JAKARTA – Musim haji 2017 tidak hanya dihantui potensi cuaca yang super panas. Tetapi juga ancaman wabah kolera. Wabah ini berpotensi muncul saat musim haji nanti. Sebab sekarang sedang mewabah di Yaman. Data sementara 332 ribu orang di Yaman terinveksi kolera.

Imbauan untuk mewaspadai wabah kolera saat musim haji itu, disampaikan langsung oleh Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Peringatan dari badan milik PBB itu dikeluarkan Jumat (14/7). Menurut analisa WHO, saat musim haji tiba dapat menarik 1,5 juta sampai 2 juta manusia dari penjuru dunia masuk ke Arab Saudi.

Nah berkumpulnya manusia dari penjuru dunia itu berpotensi membawa sejumlah penyakit dari negara asal masing-masing. Selain kolera, juga berpotensi membawa bibit penyakit demam berdarah, zika, serta penyakit meningokous. Namun jamaah diharapkan juga tidak terlalu cemas. Sebab dari pemantauan WHO, Arab Saudi cukup sukses menghalau potensi masuknya wabah kolera saat musim haji.

Di antara upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah Saudi adalah dengan menjamin sanitasi air yang bersih. Lalu tempat tinggal jamaah haji juga dijaga kebersihannya. Di antara potensi penyebaran wabah kolera di saat musim haji adalah melalui makanan yang tidak higinis. Jika tidak tertangani dengan baik, penyakit kolera bisa mematikan.

Kepala Pusat Kesehatan Haji (Puskehaj) Kementerian Kesehatan Eka Yusuf Singka saat ini masih berada di Saudi untuk memantau persiapan haji. Khususnya terkait dengan sarana serta prasana kesehatan. Dia mengaku ikut memantau peringatan soal kolera yang disampaikan oleh WHO itu.

Eka mengatakan penyakit kolera itu bisa dicegah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dia menjelaskan sejak sebelum keberangkatan, calon jamaah haji sudah dibekali tetap penerapan PHBS itu. Eka berharap jamaah haji nantinya disiplin dalam menjalankan pembekalan PHBS itu.

Yakni menjaga kebersihan di masing-masing kamar penginapan. Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah mengkonsumsi katering. Jamaah juga diimbau untuk disiplin memakan nasib boks sesuai jadwal yang ditetapkan. Sehingga tidak sampai memakan hidangan yang rusak atau basi.

Selain itu, Eka menyampaikan perkembangan persiapan penyambutan kedatangan jamaah haji di Saudi. Khususnya di sektor kesehatan. Dia menjelaskan klinik kesehatan haji yang disiapkan oleh Kemenkes sudah ready untuk dioperasikan. Klini kesehatan haji itu berada di Makkah dan Madinah.

Eka mengatakan klinik kesehatan haji di Makkah berkapasitas 250 tempat tidur. Sementara klinik kesehatan haji di Madinah berisi 75 tempat tidur. Tahun ini Kemenkes memberangkatkan 268 tenaga kesehatan. Jumlah itu berkurang 38 orang, dibandingkan tahun lalu yang mencapai 306 orang.

Sementara itu, untuk keberangkatan kloter pertama yang akan dilakukan pada 28 Juli nanti dianggap aman oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. Terutama mengenai dokumen keberangkatan seperti paspor dan visa. ”Untuk saat ini sudah 80 persen. Kami proses setiap hari jadi pasti ada progress,” katanya.

Lukman juga mengatakan, pemrosesan visa menggunakan sistem online sangatlah membantu. Dia optimis bahwa 221 ribu calon jamaah haji dari tanah air, bisa berangkat sesuai yang dijadwalkan.

Jika masih ada yang belum menerima paspor maupun haji, Lukman mengatakan bahwa harus bersabar. Sebab Kementerian Agama memang mendahulukan yang berangkat lebih awal. ”Tapi Kemenag menjamin kalau akan lancar,” ucapnya. (wan/lyn)