Kena Pelebaran Jalan, Pemilik Bangli Bongkar Bangunan Sendiri

bongkar-bangunan-liar-(2)Pemilik bangunan di sepanjang Jalan Raya Jatibarang–Indramayu membongkar bangunannya karena terkena proyek pelebaran jalan. FOTO:ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Terken dampak pelebaran jalan, puluhan pemilik bangunan liar (bangli) yang ada di sepanjang jalan Raya Jatibarang Indramayu mulai membongkar sendiri bangunan, Senin (14/5). Pasalnya, di sepanjang jalan itu tidak sedikit bangunan yang didirikan warga untuk dijadikan tempat usaha dan hampir memasuki badan jalan.

Pantauan Radar Indramayu, pemilik bangunan sudah melakukan pembongkaran senidri sejak Minggu (13/5). Mereka tidak menunjukkan gelagat penolakan dan membongkar dengan sukarela.

Pemilik bangunan, Masnun (48) mengatakan, bersama pemilik bangunan lainnya, ia membongkar sendiri tempat usahanya. Sebelumnya, kata dia, pihak pelaksana proyek memberikan informasi jika tempat usahanya yang berjarak dua meter dari bahu jalan harus dibongkar karena akan terkena proyek pelebaran jalan.

“Sejak Jumat saya diberi tahu kalau bangunan saya kena gusur. Kalau tidak bongkar sendiri, akan digusur dan dihancurkan dengan alat berat,” ujarnya.

Ketimbang dihancurkan dengan alat berat, Masnun dan pedagang lainnya memilih untuk membongkar sendiri. Pembongkaran pun tidak dilakukan secara menyeluruh karena tidak seluruh bangunan terkena proyek pelebaran jalan.

Senada, pemilik bangunan lainnya, Endar (42) juga memilih membongkar bangunannya sendiri. Menurutnya sebagai warga yang menumpang usaha di tanah milik negara sudah seharusnya mentaati peraturan jika sewaktu-waktu tanah yang ditempatinya akan digunakan untuk kepentingan umum.

“Sejak berdiri juga, saya sudah diberitahu harus siap jika ada proyek pelebaran jalan. Untuk itu saya bongkar sendiri karena tidak ingin menghambat program pembangunan,” ujarnya.

Endar menjelaskan tidak semua bangunan miliknya dibongkar. Karena bagian belakang bangunannya tidak terkena pelebaran jalan, maka ia membongkar bagian depan tempat usahanya. “Jadi ya masih tetap bisa digunakan sebagai tempat usaha, meski luasnya berkurang,” ujarnya. (oni)