Kendala Kantuk dan Dingin Saat Mudik Pakai Motor

Pemudik menghentikan kendaraannya di lampu merah Terminal Harjamukti. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
Pemudik menghentikan kendaraannya di lampu merah Terminal Harjamukti.FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Kaum urban berbondong-bondong kembali ke kampung halaman. Mereka mudik untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri. Tradisi mudik selalu jadi agenda tahunan yang menjadi sorotan.

Bukan hanya sekadar merayakan lebaran, tradisi mudik di Indonesia dinilai memiliki kekhasan dibandingkan dengan negara lain yang juga punya tradisi serupa seperti Tiongkok saat Imlek dan Amerika Serikat saat Natal. Dalam momen mudik, pantura menjadi salah satu jalur favorit pemudik dari arah Jakarta. Meski pemerintah banyak yang menggelar mudik gratis namun pemudik dengan sepeda hingga saat ini masih mendominasi.

Salah satunya Ari (27) yang memilihmudik naik motor bersama sang istri. Ia mengaku, sedari beberapa tahun yang lalu lebih memilih mudik dengan motor. Perjalanan dari Jakarta melalui jalur pantura memang sangat padat saat momen mudik lebaran, namun bagi ari ini menjadi suatu momen seru tersendiri. “Lebih enak naik motor dibandingkan kendaraan umum, lebih leluasa,” kata Ari.

Sudah terbiasa naik motor saat mudik, Ari mengaku lebih leluasa bebas mengatur ritme perjalanan. Lewat jalur pantura ia bisa singgah sejenak karena tersedia banyak rest area dan pos peristirahatan. Ramainnya lalu lintas juga memberikan kesan tersendiri saat mudik. Meski terkadang Ari mengantuk dan kedinginan saat mudik. “Kendalanya saat mudik naik motor kadang kedinginan karena berangkatnya malam, dan ngantuk pas siang,” ungkapnya.

Saat merasa ngantuk, ia menyempatkan singgat ke rumah kerabat. Memanfaatkan waktu beberapa jam untuk tidur sejenak, Ari dan sang istri pun kembali melakukan perjalanan. Terkadang ia menyempatkan sejenak untuk singgah ke area wisata. “Kalau udah istirahat biasanya mampir ke daerah wisata untuk sekadar berfoto lalu melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Bagi Ari momen mudik lebaran menjadi momen yang dinanti untuk dapat berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Serta menjalin silaturahmi. Sama halnya dengan Nurman (29) yang juga merupakan pemudik dari Jakarta mengaku lebih memilih mudik menggunakan motor. Di samping karena kehabisan tiket kereta, ia juga merasa mudik menggunakan motor lebih fleksibel. “Saya belum tau dapat libur kapan, tapi karena ada motor kapanpun saya dpaat libur bisa langsung mudik,” terangnya.

Tak ada kendala yang berarti saat mudik naik motor baginya. Kantuk tetap menjadi salah satu kendala saat mudik. Meski telah istirahat terlebih daulu, melintasi jalan yang biasanya macet membuatnya ngantuk. “Untungnya di jalur pantura banyak pos jadi saya bisa istirahat kalau ngantuk,” pungkasnya. (apr)

Berita Terkait