Kepadatan Penduduk Pengaruhi Pengerukan Sungai

KEJAKSAN– Masyarakat Kelurahan/Kecamatan Kejaksan merasakan derita akibat banjir hampir setiap tahun. Agar tidak terjadi di tahun ini, mereka meminta Pemkot Cirebon agar mengeruk dan membersihkan sungai Sibandil yang membelah wilayah kota dengan kepadatan penduduk tertinggi di Cirebon.
Dalam program Sapa Warga yang digelar setiap Jumat, Wali Kota Cirebon Drs H Ano Sutrisno MM bersama para kepala SKPD dan unsur terkait, berkeliling kampung lokasi Sapa Warga guna meninjau sarana prasarana dan menyerap aspirasi warga. Salah satunya, mereka meminta agar sungai Sibandil dikeruk lumpurnya dan dibersihkan.
“Airnya sangat kotor dan lumpur menumpuk. Tolong dikeruk agar tidak banjir lagi,” ujar Ketua RW 07 Kelurahan/Kecamatan Kejaksan Iis Yusandari kepada Wali Kota Ano, Jumat (13/6). Atas aspirasi itu, Ano langsung meninjau lokasi dimaksud. Menurutnya, lumpur sungai tersebut memang sudah menumpuk dan airnya kotor.
Karena itu, pengerukan menjadi satu-satunya solusi agar saat musim hujan air tidak meluap dan menyebabkan banjir. “Pengerukan ada di program BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Cimanuk Cisanggarung. Nanti kami koordinasikan lagi,” janjinya dihadapan warga yang berkerumun.
Langkah pengerukan kerap dilakukan pemkot dan BBWS. Ano menjelaskan, pengerukan terakhir di wilayah Kesambi dan Kejaksan baru sampai di belakang Lido Jalan Cipto Mangunkusumo. Mengeruk sungai dan mengangkat lumpur membutuhkan waktu cukup lama. Terlebih, kata Ano, area kanan kiri sungai saat ini banyak berdiri bangunan. “Alat pengeruk susah masuk. Membuang lumpur pun sulit karena kanan kiri sungai banyak rumah padat penduduk,” ucapnya.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPESDM Imas Maskanah ST Ssos MM dan Kepala Bidang Cipta Karya DPUPESDM Edi Kuwatno BAE ST, mendapatkan amanat dari wali kota untuk melakukan langkah koordinasi dengan BBWS. “Pak Kadis (Ir H Yoyon Indrayana MT) sedang tugas dinas di Medan. Kami akan segera koordinasikan dengan BBWS untuk pengerukan,” ucapnya.
Terkait banjir dan penanganannya, lanjut Imas, DPUPESDM sudah berupaya semaksimal mungkin. Berbagai cara dilakukan untuk meminimalisir banjir di Kota Cirebon. Untuk wilayah padat penduduk di sekitar Jl Cipto Mangunkusumo dan Jl Kartini, banjir tidak hanya berasal dari luapan air sungai. “Jl Cipto banyak bangunan dan mall besar. Yang dibutuhkan adalah saluran drainase lancar dan lubang biopori. Itu sedang dimaksimalkan,” tukasnya. (ysf)

Berita Terkait