Keren, Komunitas Robotic Cirebon Hasilkan 25 Robot Berbasis Android

Komunitas Robotic Cirebon rutin melakukan sharing untuk menggali ide untuk karya robot yang akan dibuat. Foto: Itta F Lailiyyah/Radar Cirebon

CIREBON – Kecanggihan teknologi idealnya tidak hanya dinikmati. Sudah sepatutnya bisa memanfaatkannya lewat sebuah karya atau hal lain yang memiliki nilai ekonomis. Berniaga misalnya.

Komunitas Robotic Cirebon baru terbentuk 2014. Namun hingga kini, sudah menghasilkan 25 item robot. Komunitas Robotic sendiri diisi dengan kegiatan pembuatan karya berbasis teknologi. Bukan hanya membuat robot, tapi juga menciptakan teknologi baru.

Ketua Komunitas Robotic Cirebon, M Syarif mengatakan, setiap membuat karya, komunitas yang kini punya 70-an anggota ini memprioritaskan pada jenis robot. Terbaru adalah robot laba-laba yang dikendalikan melalui smartphone berbasis Android.

Sekilas, robot tersebut memang mirip laba-laba dan akan bergerak (merespons) saat disentuh. Bisa juga menghindar jika terdapat penghalang di depannya. Selain itu, ada juga robot dance, smarthouse dan lainnya.

“Sebagian besar kami memang memanfaatkan Android sebagai pengendali,” katanya kepada Radar Cirebon.

Ide dan inspirasi robot, lanjut Syarif, biasanya melihat perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan belum tersedia. Contohnya smarthouse.

Pihaknya melihat, selama ini banyak pemilik rumah merasa kesulitan mengontrol rumah saat berada di luar atau tengah beraktivitas di luar kota. Terciptalah smarthouse dengan memanfaatkan teknologi Android sebagai pengendali melalui smartphone.

Syarif dan tim juga membuat aplikasi yang bisa berfungsi melalui dua cara. Untuk jarak dekat bisa menggunakan interface WiFi atau bluetooth, sementara untuk jarak jauh bisa lewat SMS. “Pengguna bisa kirim SMS ke perangkat lalu akan diterima dan menjalankan isi pesan,” jelas Syarif.

Syarif menilai, Android menjadi salah satu teknologi yang mempermudah aktivitas manusia, begitu juga pengaplikasian pada robot. Android sebagai pengendali atau jembatan antara robot dan manusia. Sebab, jika semua di-setting secara manual, hanyalah seperti robot mainan anak yang bisa maju mundur. Lain halnya dengan teknologi Android yang bisa memberi nilai lebih pada robot tersebut. (tta)