Kesediaan Pangan di Kota Cirebon Masih Aman

Anggota DKP rapat kordinasi semester II membahas optimalisasi keanekaragaman pangan masyarakat, Kamis (6/12). FOTO:ABDUL HAPID BADRUDIN/RADAR CIREBONAnggota DKP rapat kordinasi semester II membahas optimalisasi keanekaragaman pangan masyarakat, Kamis (6/12).FOTO:ABDUL HAPID BADRUDIN/RADAR CIREBON

CIREBON–Keanekaragaman konsumsi pangan masyarakat, menjadi pekerjaan rumah Dewan Ketahanan Pangan (DKP). Misalnya sumber karbohidrat. Yang masih mengandalkan nasi. Padahal ada sumber lain.

Keanekaragaman sumber pangan ini sesuai dengan program pemerintah, B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman). “Anggapan masyarakatkan kalau belum makan nasi, belum makan lah,” ujar Sekretaris Daerah Drs H Asep Deddi MSi kepada Radar Cirebon, Kamis (6/12).

DKP sebagai lembaga kordinasi lintas sektor, diharapkan lebih optimal dalam upaya ini. Salah satunya lewat Rapat Kordinasi (Rakor) Semester II, Kamis (6/12). Rakor ini sebagai evaluasi peran dewan ketahanan pangan. “Ini sebetulnya sudah berfungsi dengan baik. Kita kan dari berbagai kalangan ada di sini. Mengingat masalah pangan ini fundamental,” tuturnya.

Sedangkan untuk terkait pasokan ketersediaan, keterjangkauan masalah-masalah pangan di kota Cirebon ini aman. Pemerintah juga sudah mempersiapkan antisipasi lonjakan harga menjelang akhir tahun. Bahkan pekan lalu sudah diadakan pasar murah, sebagai upaya intervensi harga. “Kemarin di perumnas yang bekerja sama dengan BI. Ini buat menyeimbangkan harga,” katanya.

Untuk kesediaan pangan di kota Cirebon saat ini aman dan tidak ada daerah yang termasuk rawan. Kalaupun ada prioritas, yakni Kelurahan Argasunya. Pemerintah kota juga ingin memfokuskan program-program ke wilayah selatan. (pid-mg)