oleh

Kolecer dan Candil Cara Emil Tingkatkan Minat Baca Warga Jabar

-Headline, Jawa Barat-29 views

BANDUNG – Program Kotak Literasi Digital (Kolecer) dan Maca Dina Digital Library (Candil) merupakan upaya Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemdaprov Jabar) untuk meningkatkan minat baca masyarakat. “Minat baca orang Indonesia cenderung rendah.

Maka harus kita harus membuat inovasi untuk meningkatkannya,” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat menjadi narasumber dalam acara Book Park 2019 di Ciwalk Union Square, Kota Bandung, kemarin (8/9).

Menurutnya, minat membaca masyarakat, khususnya generasi muda, dapat meningkat via Kolecer dan Candil. Sebab, masyarakat dapat mengakses dan membaca buku melalui gawai.

“Kolecer kami tempatkan di trotoar ruang publik. Kemudian, dari hasil survei,  generasi milenial lebih senang menghabiskan waktunya dengan memakai gawai, maka, kita juga buat Candil,” tuturnya.

Dikatakan Emil -sapaan akrab Ridwan Kamil- bahwa inovasi yang dilakukan Pemdaprov Jabar ini, ternyata menuai penghargaan. Pada Kamis (5/9) lalu, dirinya menerima penghargaan Nugra Jasa Darma Pustaloka untuk kategori Pejabat Publik Yang Berperan Aktif Terhadap Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Gemar Membaca dari Perpusatakaan Nasional RI di The Ballroom Jakarta Theatre.

“Menandakan upaya dari kami membuahkan hasil. Semua kita dorong dengan inovasi seperti, mendorong penerbitan buku oleh istri-istri kepala daerah, menggerakkan literasi di sekolah, menghadirkan Kolecer di ruang publik, Candil, dan lain- lain,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Emil juga memotivasi masyarakat Jawa Barat untuk meningkatkan minat baca. Sebab, kemajuan bangsa terletak pada budaya literasi yang baik. “Jangan malas membaca, jangan takut salah menulis,” ucapnya.

Maka, dia pun mengajak para ibu rumah tangga sebagai sosok pendidik anak-anak di rumah untuk mencanangkan budaya literasi. Baik memperkenalkan budaya membaca maupun menulis. “Kalau ibunya gemar membaca dan menulis, pasti anak-anaknya akan mengikuti itu. Karena ibu adalah madrasah paling awal bagi anak-anaknya,” ungkap Emil.

Sementara, Bunda Literasi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil menyatakan dukungannya terhadap kegiatan literasi, seperti Book Park 2019. Menurutnya, virus literasi dia gencar sebarkan kepada 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat melalui progran Siaran Keliling (Sarling). “Kami ingin masyarakat lebih dekat lagi dengan buku,” tuturnya.

Atalia mengatakan bahwa memperkenalkan budaya literasi kepada anak bisa menggunakan berbagai cara, seperti mendongeng, mengajak ke perpustakaan, maupun membuat sudut bacaan di rumah sendiri. “Dengan kita sering mendongengkan cerita kepada anak, maka imajinasinya akan tumbuh si anak akan mengenal buku bacaan,” katanya. (jun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed