Komunitas Literasi Senja dan Upaya Menularkan Semangat Membaca

myg--boks--komunitas-literasi-senja-(3)Anggota Komunitas Literasi Senja berfoto usai kegiatan, beberapa waktu lalu.FOTO:DOKUMENTASI LITERASI SENJA FOR RADAR CIREBON

CIREBON-Budaya membaca terus dikampanyekan. Bukan tanpa sebab, minat membaca di negara ini masih rendah. Apalagi di tengah gempuran telepon pintar. Tantangannya tentu kian berat. Bukan mahasiswa biasa. Kumpul-kumpul duduk melingkar.

Bukan sekedar canda dan tawa di sana, namun juga ada edukasi dan target yang ingin mereka capai. Mereka mendirikan komunitas. Literasi Senja namanya. Baru saja berdiri tepatnya 23 April 2018 di Kedai Ad-Dakhil.

Meski baru berdiri, tapi bukan berarti minim kontribusi. Anggota yang tergabung sudah lama ikut di gerakan literasi. Baik secara individual maupun di komunitas sejenis. Kegiatan membaca, menulis dan diakhiri dengan diskusi sudah dilakukan jauh-jauh hari. Literasi Senja pun jadi lebih familiar dengan berkumpul bersama dibarengi dengan diskusi buku-buku sastra.

“Membaca, menulis dan diskusi itu jadi tagline kita. Sejak awal memang kita melakukan kegiatan itu,” ujar Penggagas dan Ketua Umum Literasi Senja Riyan Haryanto kepada Radar Cirebon.

Tagline tersebut menjadi pengingat anggota atas dasar komunitasnya berdiri. Terlebih lagi antara membaca-menulis dan berdiskusi mampu mengasah otak untuk semakin kreatif. Hal yang dibutuhkan oleh mahasiswa saat ini. Kemudian berdiskusi juga dapat melatih kemampuan public speaking. “Kami ingin mendirikan komunitas yang dimana isinya ini untuk mengasah otak dan juga menata hati. Sehingga bukan sekedar diskusi kosong,” terangnya.

Komunitas tersebtu dibuat berdasarkan rasa ingin bangkit bersama sebagai mahasiswa untuk mejadi pribadi yang intelektual. Bagaimana mahasiswa berperan sebagai agent of change di kehidupan masyarakat itu dapat melalui wawasan luas yang bisa digali di komunitas yang satu ini. “Komunitas ini dibentuk atas dasar untuk meningkatkan intelektual anak-anak muda seperti kami ini. Kuliah saja nggak cukup,” tandasnya.

Meski baru berdiri, nyatanya komunitas ini sudah rajin wara-wiri. Kegiatan mingguan, bulanan sampai tahunan pun menjadi agenda wajib yang harus diikuti dan digelar. Untuk kegiatan mingguan, Riyan bersama anggota Literasi Senja biasa menggelar kegiatan khataman buku. Masing-masing anggota setiap minggunya harus menyodorkan buku apakah yang sudah dihabiskannya dalam seminggu itu. Kemudian dilanjutkan dengan agenda Safari Literasi.

Kegiatan bulanan ini dilakukan dengan mengunjungi kampus-kampus yang tersebar di Kota dan Kabupaten Cirebon untuk berdiskusi bersama. Sedangkan pada ajang kegiatan tahunannya, pihaknya menggelar Literasi Gunung yang diisi dengan kegiatan camping literasi serta acara menghatamkan buku di puncak gunung Slamet nantinya. Semua kegiatan rutinnya itu diabadikan di akun sosial instagram komunitas ini di @literasisenja. “Untuk rutinannya sendiri kami biasa bersilaturahmi literasi dengan tokoh-tokog literasi Cirebon dan Nasional,” ungkapnya.

Sejak berdiri, terhitung ada 17 buku yang sudah dikhatamkan komunitas ini. Diantaranya buku Kreatif Sampe Mati & Hello Motion karya Wahyu Aditya Syahrir, Hatta karya Sergius Sutanto, Bumi Tuhan karya Waloejo Sedjati, Sukma Kaum Marjinal karya Wisnu bayu Aji dan lain-lainnya. “Kami ingin jadi pemantik semangat muda-mudi  supaya punya gelora membaca,” tandasnya. (myg)