KONI Maraton Mendata Atlet Babak Utama Porda

DISKUSI: Anggota Binpres KONI Kota Cirebon, Atep Kosasih berdiskusi dengan pengurus Percasi membahas pemangkasan atlet, kemarin (10/1). Foto: Tatang Rusmanta/Radar Cirebon

CIREBON – KONI Kota Cirebon secara maraton menggelar pertemuan dengan 29 cabang olahraga (cabor) yang telah melaksanakan Babak Kualifikasi (BK) Porda Jabar XIII/2018. Melalui Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres), KONI mulai membahas secara serius pembentukan tim Porda dengan masing-masing cabor.

Rangakaian pertemuan dimulai sejak kemarin. Satu per satu cabor diundang untuk membahas rencana pembentukan tim proyeksi Porda. KONI menghendaki efisiensi pengiriman atlet. Tidak semua atlet yang telah dinyatakan lolos ke Porda dikirimkan ke babak utama pesta olahraga terakbar di Jawa Barat tersebut.

Formulasi pembentukan tim yang dijalankan saat ini sejatinya bukan hal baru bagi KONI. Pada Porda Jabar XII/2014, dilakukan pula hal yang sama. Setiap cabor dituntut menentukan skala prioritas, secara sadar dan bijaksana, hanya mengirimkan atlet yang paling potensial meraih medali ke putaran final.

“Jadi, soal pemangkasan jumlah atlet itu kami bahas secara serius dulu dengan cabor masing-masing,” kata Wakil Ketua II KONI Kota Cirebon, Eka Madya.

Namun demikian, pemangkasan jumlah atlet, dari Porda sebelumnya memang selalu dilematis. Menentukan skala prioritas itu bukan hal mudah bagi sejumlah cabor. Terutama, cabor beregur dan perorangan seperti catur.

Sekretaris Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Cirebon, Surya Nurhayat didampingi Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabinpres) Percasi Johanes Ciputra saat menghadap ke KONI kemarin mengatakan, pemangkasan jumlah atlet tidak serta merta menjadi hal mudah.

Surya mengatakan, ada 13 pecatur Kota Cirebon yang lolos ke Porda 2018. Selain pada nomor perorangan, mereka juga akan tampil di nomor beregu. “Efisiensi pengiriman atlet akan memengaruhi komposisi kita di beregu. Sementara itu, peluang kita untuk meraih medali lebih terbuka di nomor beregu ketimbang di perorangan,” jelasnya.

Namun demikian, Binpres KONI berharap Percasi bersedia mengerecutkan jumlah atletnya. “Hal yang sama pernah kita lakukan di Porda 2014. Jadi, kami rasa Percasi masih bisa mengurangi slot atletnya tanpa mengubah format dalam nomor beregu,” ujar Anggota Binpres KONI Kota Cirebon, Atep Kosasih. (ttr)