Komunitas Cirebon
Dewan Tidak Ngaku | Dewan Tidak Ngaku |
|
|
|
Cuma Pesan Pilih Lagi Jadi Anggota Dewan CIREBON-Munculnya pemberitaan adanya penyunatan terhadap bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) melalui jaring aspirasi dewan yang mencapai 31,9 persen, ditanggapi dewan. Ketua Fraksi PKB, Suyatno H Saman mengakui telah memperjuangkan agar ada bantuan untuk rumah tidak layak huni (rutilahu) melalui dana aspirasi dewan. Akan tetapi selama memperjuangkan dana tersebut, tidak sepeser pun dirinya melakukan pemotongan. "Saya melihat mereka sangat membutuhkan bantuan tersebut, maka kasihan jika sampai ada upaya-upaya pemotongan. Dan pemkot juga cukup bagus dengan memberikan alokasi dana seperti ini. Meski memperjuangkan rutilahu, saya tidak sepeser pun memotongnya," elaknya. Namun demikian, saat memperjuangkannya, Yatno demikian biasa disapa, berpesan kepada mereka untuk memperjuangkan dirinya menjadi anggota dewan lagi. Kebetulan yang diperjuangkan melalui dirinya hanya enam orang, itu pun setiap rumah mendapatkan dana Rp5 juta. "Kasihan mereka jika bantuannya dipotong. Jumlah sebesar itu saja mereka masih kesulitan mencari kekurangannya, apalagi sampai ada pemotongan, jelas akan makin mempersulit mereka," tandasnya. Pihaknya sepakat jika ke depan pemkot membuat terobosan program bedah rumah, sehingga masyarakat yang rumahnya tidak layak huni benar-benar merasa terbantu. Anggota Fraksi PDIP, Sri Maryati SPd mengaku tidak hanya memperjuangkan rutilahu. Dan hanya ada dua rumah yang melalui dirinya, yakni warga Argasunya. "Saya akui ikut memperjuangkan rutilahu, akan tetapi hanya dua rumah, dan itu pun mereka tidak sampai dipotong. Kalau lewat Fraksi PDIP, silakan tanya ke Agung Cipto saja, dia yang membawa rutilahu cukup banyak," pungkasnya. (abd) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Wacana |
| Kota Wali |
| Komunitas Cirebon |