| Danny Sudah Titip Keluarga |
|
|
|
Mengaku Pasrah Bila Harus Ditahan KPK BANDUNG-Mantan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan yang beberapa hari terakhir sulit ditemui menyusul statusnnya sebagai tersangka kasus korupsi pembelian mobil pemadam kebakaran, akhirnya muncul di Posko Danny Jalan Cibeunying Selatan 11 A, kemarin (7/8). Dalam konferensi pers yang sengaja digelarnya itu Danny menegaskan, bahwa dia hanyalah meruapakan korban sistem yang berlaku saat itu. Bermula dengan diterimanya radiogram dari Departemen Dalam Negeri (Depdagri) yang memerintahkan pengadaan alat pemadam kebakaran dengan menunjuk tertentu sebagai pelaksanan proyek itu. “Saat itu karena saya merupakai bagian dari sistem itu atau sebagai subsistem dari sistem yang ada maka mau tidak mau saya harus bertanggungjawab,” ujar Danny. Dijelaskan Danny, pasca penetapan dirinya menjadi tersangka dan bahkan telah keluaranya surat perintah cekal, dia telah menitipkan keluarganya kepada teman-temannya. Setelah ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ia sudah bicara pada keluarga. “Saya sudah katakan dan berbicara pada isteri dan anak-anak saya agar mereka tabah dan tetap teguh menghadapi cobaan ini, termasuk akibat status saya itu berakibat pada pertemuan di antara kami menjadi tidak intens lagi, saya sudah menitipkan mereka pada teman-teman saya,” katanya. Selain itu, Danny mengaku sudah pasrah jika harus ditahan karena kasus dugaan korupsi Damkar. Terkait hal ini Danny pun sudah berpesan pada anak dan istrinya agar tak ikut merasa bersalah. “Saya katakan kepada mereka (keluarga Danny, red). Jangan saya yang salah, semua jadi merasa bersalah dan semua merasa tak bersemangat. Saya minta istri dan anak saya harus tidak berputus asa atau patah semangat,” ujarnya. Danny menambahkan setelah lengser dari jabatannya sebagai gubernur pada 13 Juni lalu, dia sempat diusulkan menjadi calon legislatif untuk DPR RI dari Partai Golkar. Namun, dengan adanya kasus dugaan korupsi yang dituduhkan pada dirinya, Danny mengaku rela dicoret dari caleg. “Jika kasus ini akan membuat nama partai jadi tercoreng, saya dengan senang hati menerima keputusan partai untuk dicoret. Namun untuk keputusan lebih jelasnya, silakan tanya pada partai,” ujar Danny. Danny menambahkan, selain dicalonkan sebagai anggota DPR RI dari Golkar, selepas menjabat sebagai gubernur, banyak organisasi kemasyarakatan yang meminta dirinya ikut pencalonan anggota DPD. Atas tawaran tersebut Danny mengaku belum memberikan jawaban atas alasan masih harus melakukan konsolidasi. (hol) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Wacana |
| Kota Wali |
| Komunitas Cirebon |