Member Area

Radar Cirebon Online

Sabtu
Agu
30
Home arrow Kota Wali arrow Rumdin Jadi Sarang Hantu
Rumdin Jadi Sarang Hantu Cetak E-mail
Tidak Ditempati Ketua Dewan sejak Dilantik
MAJALENGKA
-Banyak kantor yang dibangun oleh pemerintah daerah kondisinya tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Data yang dihimpun Radar mengungkapkan, tidak sedikit kantor yang sudah dibangun dengan dana dari APBD hingga ratusan juta rupiah, dibiarkan rusak alias tidak dimanfaatkan dengan maksimal.
Sebut saja kantor ormas Islam Al Hayati di kompleks Islamic Centre. Saat ini kondisi bangunan yang terletak di Jalan Siti Armilah itu tidak digunakan sesuai dengan rencana. Begitu pula kantor Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) yang berada di depan kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata. Kantor GNOTA nampak sepi dan tidak ada aktivitas, bahkan nyaris tak dihuni.
Dan yang lebih memiriskan lagi, rumah dinas ketua DPRD Kabupaten Majalengka malah dibiarkan kosong. Rumdin yang berada tak jauh dari gedung wakil rakyat itu bahkan terkesan seram, karena tidak dirawat. Padahal gedung-gedung itu dibangun dengan menggunakan uang rakyat.
Informasi yang diperoleh Radar, rumdin ketua dewan itu sejak masa almarhum Drs H Tjutjup Supardjo menjadi ketua DPRD hingga H Eman Sulaeman SE sekarang ini, tak dihuni. Kabarnya, rumdin tersebut seram alias ada hantunya. “Sejak masa Pak Tjutjup dulu, memang rumdin itu tidak digunakan sampai sekarang. Memang rumdin peninggalan zaman Belanda itu terkesan seram. Dan memang masih dipelihara tapi tidak digunakan,” cerita Dadan, pegawai DPRD kepada Radar, kemarin (7/8).
Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Agus Mulyana SS menyayangkan banyaknya gedung atau kantor yang tidak dimanfaatkan sebagaimana rencana, termasuk rumdin ketua dewan. Disebutkan, dana pemeliharaan untuk kantor atau rumdin tersebut masih tetap ada. Sehingga, sangat disayangkan ketika alokasi anggaran dari APBD dikucurkan tapi hasilnya tidak dimanfaatkan.
“Anggaran pemeliharaan untuk rumdin itu masih ada dan menjadi beban pemerintah. Tapi akhirnya menjadi mubazir karena tidak dimanfaatkan,” tukas Agus seraya berharap rumdin bisa dimanfaatkan bagi kepentingan yang bernilai. (ara)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Advertisement

Who's Online

website memiliki 26 pengunjung online