Komunitas Cirebon
Sejumlah Koperasi Tertipu | Sejumlah Koperasi Tertipu |
|
|
|
Diduga Ada Oknum Dinas UKM Terlibat KUNINGAN-Sejumlah koperasi di Kuningan perlu mewaspadai adanya oknum yang menjanjikan bisa memfasilitasi pencairan dana. Sebab, janji tersebut sering meleset, meski telah memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Seperti yang dialami Koperasi Silih Asih yang beralamat di Jalan Veteran Kuningan. Seorang pengurusnya mengaku telah terkena tipu oleh oknum yang menjanjikan dapat memfasilitasi pencairan dana dari sebuah bank swasta di Bandung. “Waktu itu kami dijanjikan oleh oknum pegawai Dinas Koperasi dan UKM, berinisial EKN dan EK, bahwa kami bisa mendapatkan pencairan dana dari bank swasta di Bandung. Syaratnya kami harus memenuhi jaminan dengan membuka rekening sebesar 5 persen dari nominal proposal yang diajukan,” tuturnya. Saking butuhnya dana, dirinya langsung memenuhi persyaratan tersebut. Anehnya, tanda terima uang jaminan itu bukan berasal dari BKE yang disebut-sebut sebagai bank yang akan mengucurkan dana bantuan itu. Melainkan dalam bentuk kuitansi yang ditandatangani oleh oknum dengan alasan untuk tabungan koperasi (takop). “Nominal ajuan proposal koperasi kami sebesar Rp2 miliar. Sehingga kalau 5 persennya berarti Rp50 juta. Kami sudah memberikan uang jaminan itu. Tapi setelah ditunggu sekian lama ternyata tidak cair-cair,” ujarnya. Koperasi Sukses Jaya Cilimus mengalami nasib serupa. Hanya saja, jumlah uang jaminannya tidak sebesar Koperasi Silih Asih. Koperasi tersebut hanya mengajukan Rp200 juta, sehingga hanya menyerahkan uang jaminan Rp10 juta. Di tengah perjalanan, Koperasi Sukses Jaya mencium adanya dugaan aksi penipuan. Sering pengurus menanyakan prihal pencairan, oknum tersebut selalu mengulur-ulur waktu. Akhirnya, saat didesak untuk mengembalikan uang jaminan Rp10 juta, disanggupi Cuma Rp4 juta, sedangkan sisanya belum jelas. Saat dikonfirmasi, Kepala Dinkop dan UKM, Ir Triastami nampaknya tidak mengetahui adanya aksi yang dilakukan stafnya. Dijelaskan, hal itu di luar kedinasan. Karena instansinya itu menjalin kerjasama dengan bank pemerintah. “Masalah tersebut dalam penanganan. Saya nggak tahu karena itu di luar kedinasan,” terangnya. (ded) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Wacana |
| Kota Wali |
| Komunitas Cirebon |