Kuswara Mundur sebagai Direktur PDAU Terpilih

516
ILUSTRASI

KUNINGAN – Belum juga bekerja untuk kemajuan Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU), Direktur PDAU terpilih hasil seleksi, Kuswara Sastra Permana mengajukan surat pengunduran diri.

Surat pengunduran diri itu dikirimkan Kuswara melalui pesan elektronik kepada Tim Pansel. Alasan Kuswara mundur dari PDAU, lantaran dirinya memiliki pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Tim Pansel sendiri sudah melayangkan surat tertulis kepada Kuswara untuk datang ke Kuningan. Pemanggilan terhadap Kuswara ini dilakukan Tim Pansel untuk klarifikasi terkait penyebab pengunduran dirinya.

Ketua Tim Pansel PDAU H Nana Sugiana mengaku sudah menerima surat pengunduran diri Kuswara. Hanya saja surat itu dikirim melalui pesan elektronik bukan datang secara langsung. Karena itu, pihaknya tetap akan menghadirkan Kuswara supaya mengetahui duduk permasalahannya dengan jelas. “Ya memang sudah mengundurkan diri. Cuma yang bersangkutan belum datang secara langsung, baru suratnya melalui pesan elektronik,” jawab Nana yang juga Asda III Setda Kuningan.

Anggota Tim Pansel PDAU Mintareja kepada Radar, menyampaikan hal yang sama. Sepengetahuannya, Kuswara sudah mengajukan surat permohonan pengunduran diri dari jabatannya sebagai direktur PDAU. Hanya saja surat tersebut dikirim melalui pesan elektronik, dan yang bersangkutan belum bertemu langsung dengan Tim Pansel.

“Surat elektronik pengunduran dirinya sudah kami terima. Di surat tersebut, Kuswara mengatakan kalau pengunduran dirinya itu disebabkan kesibuaknnya di pekerjaan yang sedang ditanganinya. Namun agar tidak ada hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, Tim Pansel tetap akan memanggil Kuswara,” beber Mintareja yang juga menjabat Kabag Organisasi Setda Kuningan tersebut.

Dia juga membeberkan jika proses seleksi yang dilakukan Tim Pansel sudah memenuhi syarat. Di mana para calon yang mendaftar menyerahkan berkas administrasi secara lengkap, termasuk juga SKCK dari kepolisian. Kemudian mereka mengikuti berbagai tahapan yang sudah ditentukan, hingga akhirnya Kuswara mendapat poin paling tinggi ketimbang calon lainnya.

“Karena poinnya paling tinggi, otomatis dia (Kuswara, red) yang terpilih menjadi direktur PDAU. Soal permasalahan lain yang kemudian muncul, Tim Pansel sama sekali tidak tahu. Sebab, secara administrative dan proses seleksi, tidak ada yang cacat. Semuanya sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan,” imbuhnya.

Ditanya apakah Tim Pansel akan kembali membuka pendaftaran selepas Kuswara mundur, Mintareja menggelengkan kepalanya. Dia mengatakan bahwa tidak akan ada seleksi lagi karena posisiKuswara akan digantikan oleh  peringkat kedua di bawahnya. Dalam pengumuman yang dilansir Tim Pansel, posisi kedua ditempati Imam Rozali ST MT dengan scoring 937,16.

“Enggak ada seleksi lagi, kan sudah tuntas. Siapa yang kemudian akan menggantikan Kuswara, dia adalah yang berada di peringkat kedua yakni Pak Imam. Kami akan segera memanggil yang bersangkutan,” jawab dia.

Dari data yang diperoleh Radar, ada lima kandidat yang dinyatakan lolos tes. Yakni H Kuswara Sastra Permana MSi yang berhasil meraih nilai tertinggi 939,76, disusul Imam Rozali ST MT dengan nilai 937,16. Kemudian posisi ketiga ditempati Uton Subehi ST yang mengumpulkan nilai 877,10, serta Yayat Supriatna SH yang mendulang 833,07 poin. Posisi terakhir atau peringkat kelima diduduki Drs H Dudung Mundjadji SH yang raihan nilainya sebanyak 823,10. (ags)