Lestarikan Tradisi Ngunjung Karuhun

NGUNJUNGJAGA TRADISI: Masyarakat Desa Bongas Wetan Kecamatan Sumberjaya menggelar kegiatan Ngunjung di TPU Buyut Makam Gede, akhir pekan kemarin. FOTO: ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA- Pemerintah desa Bongas Wetan Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, menggelar upacara adat “Ngunjung” di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Buyut Makam Gede, Sabtu (22/9).

Acara adat Ngunjung kali ini berbeda karena kegiatan tersebut diisi berbagai kegiatan keagamaan dan seni budaya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Majalengka H Gatot Sulaeman AP MSi yang hadir dalam acara itu mengatakan, acara ngunjung merupakan tradisi yang harus dilestarikan dan harus disampaikan kepada generasi muda agar diharapkan dapat mengingat datangnya kematian.

“Acara ini sangat positif untuk terus dilestarikan dan sebagai sarana silaturahmi bagi keluarga yang dimakamkan di sini serta rasa syukur kepada Allah SWT. Semoga bermanfaat dan jangan sampai ada salah pengertian atau penafsiran dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen ISBI Pasca Sarjana, Prof Arthurs menyebutkan, sebagai warga negara yang baik, senantiasa menghargai adat istiadat dan budaya serta tetap konsisten melestarikan adat budaya, seperti Ngunjung ini.

Pihaknya mengharapkan acara ini terus dijaga dan dilestarikan karena sudah masuk program pemerintah yang baru mengingat, kebudayaan bukan hanya seni saja tetapi termasuk adat istiadat.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia, Darto JE menyebutkan, kegiatan rangkaian ngunjung ini sejak Jumat (21/9) mulai bersih kebuyutan nyipuh tungkus dan ditutup Sabtu (22/9) dengan ngunjung karuhun (ritual adat baraya sadesa), murak hancengan papahare, serta pertunjukan tari topeng dan wayang kulit Kamaratih. “Acara adat ini merupakan tradisi warga dan keluarga yang sudah turun temurun dan rutin dilakukan setiap tahun,” paparnya.

Hal yang sama dikatakan Kepala Desa Bongas Wetan Mamat Saripudin. Menurut Maman, adat Ngunjung ini adalah doa bersama sekaligus mengenang leluhur yang telah meninggal dunia. “Makna dari acara adat Ngunjung yakni wujud syukur masyarakat Desa Bongas Wetan kepada Allah SWT yang telah memberikan segala nikmat dan rezeki tidak terhingga yang dilimpahkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat Desa Bongas Wetan dan kepada para tamu undangan yang sudah hadir di acara Ngunjung.

Pantauan di lapangan, acara adat Ngunjung tersebut berlangsung khidmat dan meriah diikuti warga masyarakat desa setempat. Acara juga dihadiri Dekkma, HPI, dangiang leluhur dan ISBI Bandung serta tamu undangan lainnya. (ono)