Longsoran Susulan, Warga Desa Karangmangu Diminta Relokasi

dri---longsor-susulan-(9)
Jenis tanah di lokasi ambruknya desa tersebut sudah diteliti dan tidak cocok untuk pemukiman, pihak terkait menyarankan agar rumah-rumah yang berada di sekitar lokasi longsor direlokasi untuk menghindari korban. FOTO:ANDRI WIGUNA/ RADAR CIREBON

CIREBON-Longsor susulan di Desa Karangmangu, Kecamatan Susukan Lebak terus terjadi. Terakhir, longsoran yang terjadi cukup besar hingga turut menyeret rumah milik Nurihya (65) ke dasar Sungai Cimanis, Minggu (7/5) malam lalu.

Beruntung, sudah hampir dua tahun rumah milik Nurihya dan beberapa rumah lainnya yang letaknya dekat dengan bibir Sungai Cimanis sudah lebih dahulu mengungsi.

Longsor terakhir terjadi Minggu malam kemarin, sekitar jam 9 malam. Sebelumnya sempat hujan, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Pas dicek, rumah milik pak Nur sudah jatuh di dasar sungai,” ujar Sekdes Karangmangu, Ukas Danaria saat ditemui Radar Cirebon.

Dijelaskan Ukas, beberapa waktu lalu tim dari Badan Geologi dan Vulkanologi sudah datang ke Desa Karangmangu untuk memeriksa jenis tanah di sekitar lokasi pemukiman yang terjadi longsor. Dari hasil penelitian tersebut diketahui jika jenis tanah di lokasi pemukiman tersebut merupakan jenis tanah alluvial.

Dari penjelasan yang ia terima dari tim tersebut, tanah alluvial adalah adalah tanah yang dibentuk dari lumpur sungai yang mengendap di dataran rendah yang memiliki sifat tanah yang subur dan cocok untuk lahan pertanian.

Aluvial sendiri merupakan tanah muda yang berasal dari hasil pengendapan. Sifatnya tergantung dari asalnya yang dibawa oleh sungai. “Tanah aluvial yang berasal dari gunung api umumnya subur karena banyak mengandung mineral. Tanah ini sangat cocok untuk persawahan. Penyebarannya di lembah-lembah sungai dan dataran pantai, tapi tidak cocok untuk pemukiman, berbahaya apalagi jika kontur tanahnya seperti di Karangmangu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kuwu Desa Karangmangu Sutisna Sahroni kepada Radar Cirebon mengatakan, jika pihaknya masih menunggu petunjuk dari Pemkab Cirebon terkait mekanisme relokasi untuk warga Desa Karangmangu yang terdampak longsor tersebut. Hingga saat ini, menurut Sahroni, meskipun sudah berlangsung dan terjadi sejak sekitar dua tahun lalu namun hingga kini pemerintah kabupaten belum menyampaikan secara detail untuk tekhnis relokasinya.

“Kita juga menunggu, seperti apa keputusan dari Pemkab, apakah tanahnya dari kita atau dari sana, lalu untuk biaya nya dari mana sumbernya belum dibahas, sudah beberapa kali minta petunjuk ke Pemkab tapi selalu buntu,”ungkapnya.

Ia pun berharap dengan semakin cepatnya longsor susulan yang terjadi, warga Desa Karangmangu terdampak longsor bisa segera mendapat kepastian tempat tinggal sehingga bisa fokus bekerja dan beraktifitas.

“Saat ini sebagian korban terdampak tinggal menumpang di rumah kerabat, belum ada relokasi karena petunjuk dari pemkabnya belum jelas untuk teknis pelaksanaan relokasinya,” pungkasnya. (dri)

Content Protection by DMCA.com